Ningde, Mobilitas – Selama ini, ketebalan kemasan paket baterai menjadi persoalan tersendiri bagi perancang mobil listrik, khususnya mobil listrik berprofil rendah.
Akibat ketebalan kemasan itu, tab elektroda baterai bisa menyentuh dinding luar berbahan loga. Sehingga berpotensi memicu hubungan arus pendek mikro di dalam baterai terutama ketika terjadi getaran saat mobil berjalan.
Laporan laman Carnewsschina dan The People Economic Daily yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Kamis (25/6/2026) menyebut persoalan ketebalan kemasan paket baterai juga cukup merepotkan desainer mobil listrik. Seban mereka harus mengorbankan kenyaman penumpang kenyamanan ruang penumpang, khususnya di baris belakang, karena harus meninggikan dek atau meningggikan plafon atap.
“Oleh karena itu, dengan melalui inovasi terus menerus, akhirnya CATL (Contemporary Amperex Technology Co Limited) berhasil menghadirkanperangkat keras baterai dengan area bawah penutup terminal baterai yang tipis,” tulis media itu.
Dengan ukuran dan gaya desain baterai seperti itu, CATL memudahkan para desainer mobil, khususnya mobil sport listrik untuk melakukan pekerjaannya. Merek bisa menyuguhkan mobil listrik yanng nyama, amn, sekaligus karakter sportnya benar-benar bisa diekspresikan secara maksimal.

Lebih dari itu, struktur baru iru dirancang untuk menjaga jaringan kelistrikan internal tetap terpisah dari dinding wadah baterai. Sebab, saat kendaraan mengalami tekanan akibat perubahan arah atau guncangan potensi sentuhan bagian sensitif baterai dengan dinding logam sangat besar.
Teknologi ini melengkapi berbagai pengembangan keselamatan baterai yang sebelumnya dilakukan CATL untuk mengurangi risiko kegagalan termal atau thermal runaway pada tingkat paket baterai.
Ini penting dilakukan mengingat CATL merupakan produsen baterai terbesar dunia yang produknya banyak digunakan pabrikan mobil listrik dunia. Data SNE Research yang disitat Mobilitas di Jakarta, Kamis (25/6/2026) menyebut /6/ sepanjang Januari – April 2026, pabrikan asal Ningde, Republik Rakyat Cina itu menjual baterai sebanyak 141.4 GWh.
Dengan penjualan sebanyak itu dia menempati urutan pertama pabrikan baterai dengan penjualan terbanyak. Pangsa pasarnya 40,1 persen. (Din/Aa)
–
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











