Seoul, Mobilitas – Penjualan baterai listrik (yang terlihat dari jumlah pemasangan baterai di kendaraan maupun lainnya) di dunia sepanjang Januari – Mei 2026 naik 16,3 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
penelitian SNE Research yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Senin (6/7/2026) menyebut total baterai listrik yang terpasang di seluruh dunia pada Januari – Mei 2026 mencapai 469,2 gigawatt hour (GWh).
Sepanjang periode tersebut, CATL membukukan pemasangan baterai sebesar 188,4 GWh. Total instalasi ini meningkat 22,9 persen dibanding periode sama dintahun lalu atau secara tahunan (year-on-year).
Dengan penjualan sebanyak itu, CATL menggenggam pangsa pasar baterai global hingga 40,2 persen. Porsi “kue pasar” yang dikusai pabrikan baterai asal Ningde, Cina, ini lebih tinggi dibanding periode Januari – Mei tahun lalu yang masih 38 persen.
CATL dibuntuti rekan senegaranya, BYD, yang menjual 67,6 GWh. Penjualan baterai BYD ini hanya naim super tipis 0,4 persen dibanding periode Januari – Mei 2025.

Di urutan ketiga terdapat LG Energy Solution (LGES). Pabrikan baterai asal Korea Selatan ini membukukan pemasangan baterai sebesar 41 GWh, naik 7,3 persen dibanding lima bulan pertama tahun lalu.
Selanjutnya ada CALB, dari Cina, yang menjual 23,8 GWh. Lalu, Gotion High-tech juga dari Cina dengan penjualan 21,7 GWh.
Kemudian di posisi kelima SK On dari Korea Selatan meenjual baterai 15,8 GWh. Dia diikuti Eve Energy dari Cina dengan penjualan baterai 15,1 GWh.
Di urutan berikutnya dua pabrikan asal Negeri Tirai Bambu juga yakni Svolt Energy dan Sunwoda. Masing-masing merebut pangsa pasar 2,6 persen dan 2,4 persen.
Secara keseluruhan, ada tujuh dari sepuluh produsen baterai listrik terbesar di dunia yang berasal dari Cina. Mereka menggenggam 72,6 persen pangsa pasar baterai listrik global. (Swe/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











