Los Angeles, Mobilitas.id - Jauh sebelum lampu sein menjadi perlengkapan standar mobil, Florence Lawrence sudah memikirkan cara agar pengemudi dapat memberi tahu pengguna jalan lain ketika hendak berbelok. Aktris film bisu asal Kanada itu merancang sistem penanda arah mekanis yang dioperasikan dari dalam mobil.
Lawrence lebih dikenal lewat dunia perfilman. Lahir dengan nama Florence Annie Bridgwood di Hamilton, Ontario, Kanada, pada 2 Januari 1886, ia kemudian menjadi salah satu bintang awal industri film dan tampil dalam ratusan produksi sepanjang kariernya.
Namun, kehidupan Lawrence juga memiliki hubungan erat dengan otomotif. Ia menyukai mobil, memahami mekanismenya, melakukan perbaikan sendiri, dan akhirnya mencoba membuat perangkat untuk mengatasi persoalan keselamatan yang ditemuinya di jalan.
Dari panggung ke layar lebar
Ketertarikan Lawrence pada dunia pertunjukan tumbuh sejak kecil. Ibunya, Charlotte Bridgwood, merupakan aktris vaudeville yang menggunakan nama panggung Lotta Lawrence dan mengelola Lawrence Dramatic Company.
Lawrence mengikuti perjalanan kelompok teater ibunya dan sejak kecil tampil di atas panggung. Ia kemudian masuk ke industri film yang ketika itu masih berada pada masa awal perkembangannya.
Salah satu peran film pertamanya adalah dalam Daniel Boone/Pioneer Days in America produksi Edison Manufacturing Company. Setelah itu, Lawrence terus bermain dalam film dan pada 1908 mulai bekerja dalam sejumlah produksi yang disutradarai D.W. Griffith di American Mutoscope and Biograph Company.
Pada masa ketika nama pemain belum lazim dicantumkan dalam kredit film, wajah Lawrence sudah dikenal penonton sebagai "The Biograph Girl". Popularitasnya memberinya posisi tawar lebih besar, termasuk untuk meminta bayaran dan fasilitas yang lebih baik.
Kariernya kemudian berlanjut bersama Independent Motion Picture Company. Pada 1912, Lawrence dan suaminya saat itu, Harry Solter, mendirikan Victor Company di Fort Lee, New Jersey. Lawrence menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut, membuatnya termasuk perempuan awal yang memimpin perusahaan film di Amerika Serikat.
Di luar perfilman, Lawrence juga menjalankan bisnis kosmetik. Ia membuka Hollywood Cosmetics yang menjual produk rias, termasuk lini kosmetik yang dikembangkannya sendiri.
Gemar mengutak-atik mobil
Kesuksesan sebagai aktris memungkinkan Lawrence memiliki mobil pada masa ketika kendaraan bermotor masih merupakan barang mahal. Minatnya tidak berhenti pada mengemudi. Ia juga mempelajari cara kerja kendaraan dan terbiasa melakukan perbaikan.
"Bagi saya, mobil hampir seperti manusia, sesuatu yang merespons kebaikan, pengertian, dan perhatian, seperti halnya manusia," kata Lawrence dalam sebuah wawancara pada 1920.
Ia juga berpendapat perempuan pemilik mobil tidak harus bergantung kepada orang lain ketika muncul persoalan mekanis.
"Perempuan pada umumnya melakukan perbaikannya sendiri. Ia cukup ingin tahu untuk menyelidiki setiap bunyi berderit dan suara aneh dari mobilnya, lalu memperbaikinya," katanya.
Ketertarikan tersebut kemudian mendorong Lawrence merancang perangkat yang dapat membantu komunikasi antarpengemudi di jalan.
Merancang penanda arah dan pengereman
Pada 1914, Lawrence mengembangkan perangkat yang dikenal sebagai "auto-signaling arm". Sistem mekanis itu menggunakan penanda pada bagian belakang kendaraan yang dapat dioperasikan pengemudi untuk menunjukkan arah mobil ketika hendak berbelok.
Konsep tersebut hadir ketika lampu sein modern belum menjadi perlengkapan kendaraan seperti sekarang. Tujuannya sederhana: memberi pengguna jalan lain informasi mengenai arah yang akan diambil mobil.
Lawrence juga membuat konsep penanda pengereman. Ketika pengemudi menginjak pedal rem, sebuah tanda "STOP" di bagian belakang kendaraan akan muncul untuk memperingatkan pengemudi di belakang bahwa mobil sedang memperlambat laju atau berhenti.
Kedua gagasan itu tidak dipatenkan Lawrence. Akibatnya, ia tidak memperoleh hak paten maupun keuntungan finansial dari perangkat yang dirancangnya.
Sejarah pengembangan penanda arah kendaraan sendiri tidak hanya melibatkan Lawrence. Percy Douglas-Hamilton sebelumnya diketahui memperoleh paten di Inggris pada 1909 untuk perangkat berupa tangan mekanis yang dipasang pada kendaraan sebagai penunjuk arah.
Karena itu, Lawrence lebih tepat ditempatkan sebagai salah satu perintis sistem penanda arah kendaraan melalui rancangan mekanisnya, bukan satu-satunya orang yang mengembangkan konsep tersebut pada periode awal otomotif.
Ibunya juga seorang inventor
Minat terhadap teknologi kendaraan juga dimiliki Charlotte Bridgwood. Selain berkarier di panggung, ibu Lawrence mengembangkan perangkat wiper kaca depan kendaraan dan memperoleh paten untuk sistem wiper pada 1917.
Lawrence kemudian menjadi presiden Bridgwood Manufacturing, perusahaan milik ibunya. Dengan demikian, aktivitasnya di luar film mencakup bisnis sekaligus pengembangan perangkat mekanis.
Karier meredup setelah masa kejayaan
Perjalanan Lawrence setelah mencapai popularitas tidak berjalan mulus. Ia mengalami cedera serius dalam insiden kebakaran ketika bekerja dalam produksi film pada pertengahan dekade 1910-an. Setelah itu, karier filmnya perlahan meredup dan peran yang diperolehnya semakin sedikit.
Kehidupan pribadinya juga mengalami sejumlah masalah. Pernikahannya dengan Harry Solter berakhir dengan perceraian. Ia kemudian menikah dengan Charles B. Woodring sebelum pasangan tersebut juga bercerai, lalu menikah dengan Henry Bolton pada 1932. Pernikahan terakhir itu hanya berlangsung sekitar lima bulan.
Lawrence meninggal pada Desember 1938 dalam usia 52 tahun. Meski namanya lebih banyak tercatat dalam sejarah perfilman sebagai salah satu bintang awal layar lebar, kisahnya juga berkaitan dengan perkembangan teknologi keselamatan mobil melalui rancangan penanda arah dan pengereman yang dibuatnya pada era ketika fitur tersebut belum menjadi standar kendaraan.
Rekomendasi
Ekspor Mobil Bekas Jepang Kian Nanjak, Harga Masih Tinggi Karena Ini
Begini Cara yang Benar Bersihkan dan Mencuci Mobil yang Terkena Abu Vulkanik Gunung
Harga Pertamax Ditahan di Rp 15.950 Per Liter Ternyata Pertamina Tekor Rp 700 - Rp 900, Ini Penyebabnya
Sempat Mejeng di GIIAS 2026, Hyundai Staria EV Segera Dijual di Eropa, Ini Keunggulannya
Bos CATL Ingatkan Potensi Baterai Gagal Akibat Cepatnya Siklus Produksi Mobil Listrik
