Brussels, Mobilitas – Penjualan mobil dua merek asal Republik Rakyat China tersebut di selama delapan bulan pertama (Januari – Agustus) 2026 itu juga meningkat dibanding periode sama di tahun lalu.
Hasil riset Data Force dan Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Jumat (25/9/2026) menunjukkan di periode tersebut, Geely Group membukukan penjualan sebanyak 275.213 unit, naik 9,5 persen dibanding periode sam di tahun lalu. Dengan penjualan sebanyak itu, pabrikan ini menemapati urutan kesembilan di daftar 10 merek terlaris di Eropa.
Sementara, di saat yang sama, Chery mencetak angka penjualan sebanyak 226.534 unit, meroket hingga 274,3 persen dibanding total penjualn yang dibukukannya pada kurun waktu yang sama di 2025. Total penjualan sebanyak itu mengantar Chery berada menempati urutan ke-10 dalam daftar merek penjuala mobil terbanyak di Eropa.
Fakta data berbicara, di periode Januari – Agustus 2026 tersebut jumlah total mobil yang terjual di Eropa (gabungan seluruh model dari semua merek yang ada) sebanyak 9.217.977 unit. Jumlah ini meningkat 5,6 persen dibanding periode delapan bulan pertama 2026.
Sekadar informasi, Geely Auto hadir di Eropa dan R&D-nya di Eropa mulai tahun 2013 melalui akuisisi dan kemitraannya dengan Volvo Cars di Gothenburg, Swedia. Tetapi merek inti Geely sendiri masuk ke pasar di negara-negara Eropa (termasuk Jerman, Spanyol, Belanda, dan Prancis) pada paruh pertama 2026.
Sementara itu, Chery telah masuk ke Eropa- dengan tujuan pertama ke Spanyol dan Italia – pada tahun 202. Namun pabrikan ini terus berekspansi ke negara-negara lain, sehingga hingga Agustus 2026 Chery sudh hadir di 18 negara Eropa dengan menjual model merek Lepas, Omoda, dan Jaecoo. (Din/Aa)
