Sidney, Mobilitas – Kejadian penjualan mobil salah tahun produksi itu terjadi di Australia dan mobil tersebut dibeli oleh 1.265 konsumen.
Laporan Drive dan Car Expert yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Kamis (10/9/2026) menyebut 1.265 pemilik mobil BYD sejatinya memesan dan membayar mobil yang mereka kira diproduksi tahun 2026. Namun mereka justru menerima mobil produksi tahun 2025.
"Padahal perbedaan tahun produksi (yang lebih tua setahun) berpengaruh besar ke harga jual kembali ketika pemilik menjualannya, selain terkait pajak maupun asuransi serta beberapa lainnya," tulis Car Expert.
Sementara, Juru Bicara BYD Australia kepada Drive menegaskan kasus terjadi murni karena adanya kesalahan administrasi karena kealpaan manusia alias human error. "Ini adalah kesalahan administrasi yang disayangkan, dan kami meminta maaf kepada pelanggan yang terkena dampak atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," kata juru bicara itu.
BYD disebut secara keliru menggunakan dan mengkomunikasikan kepada pelanggan tanggal setiap mobil meninggalkan pabrik, bukan tanggal mobil tersebut keluar dari jalur produksi. "Tim kami di kantor pusat telah bergerak cepat untuk menutup celah ini guna mencegah terulangnya kesalahan serupa," ujar sang Juru Bicara.
Kedua media lokal Australia itu menyebut pabrikan mobil asal Shenzhen, China itu awalnya menawarkan kompensasi sebesar Aus$1.100 kepada pelanggan. Tetapi kemudian mengubah keputusan dan akan menawarkan opsi pengembalian dana penuh.
Sedangkan media ABC mengatakan telah berbicara dengan empat konsumen di NSW, Victoria, dan Australia Barat, termasuk dua pelanggan mobil listrik Atto 3. "Mereka (BYD) telah melakukan kesalahan administrasi dan mobilnya ternyata dibuat pada tahun 2025, bukan seperti yang tertulis di kontrak," ungk seorang wanita, salah satu pembeli BYD Atto 3 di Melbourne, Zoheb Khan.
"... Saya tidak melihat adanya urgensi dari perusahaan untuk menangani hal ini. Bagaimana mungkin kesalahan administrasi itu begitu besar, begitu banyak orang dengan banyak mobil?, " sebut wanita itu.
Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) telah didesak untuk menyelidiki kekeliruan tersebut, meskipun belum mengumumkan rencana apa pun untuk melakukannya. (Jrr/Aa)
Rekomendasi
Biar Molinas Laku Keras Pemerintah Diminta Tak Cuma Perhatikan Harga, Tapi Juga Ini
Besok Diperkenalkan di Indonesia, Ini Spesifikasi MPV Mewah GWM Wey G9 Hi4 PHEV
Sudah 594.984 Mobil Terjual ke Konsumen RI hingga Agustus, Tapi Pasar Tak Membesar
BMW M350 xDrive Siap Gedor Dunia, Ini Keunggulannya
Suzuki, Mazda, dan Lexus di Jepang Selama Januari - Agustus 2026 Muram, Penjualan Mobilnya Melorot
