Berlin, Mobilitas – Padahal di periode delapan bulan pertama atau rentang waktu Januari – Agustus 2026 tersebut, tren penjualan mobil di negara dengan kekuatan ekonomi nomor satu di Eropa itu masih meningkat dibanding periode sama di tahun 2025.
Data dari Otoritas Transportasi Kendaraan Bermotor Federal (KBA) dan Asosiasi Industri Otomotif (VDA) Jerman yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Selasa (8/9/2026) menunjukkan di periode delapan bulan pertama 2026 itu total jumlah mobil yang dibukukan 81 merek atau pabrikan di Negeri Panzer itu mencapai 1.965.024 unit. Jumlah tersebut meningkat 4,8 persen dibanding total penjualn yang tercetak di periode sama pada tahun 2025.
Namun, di tengah kondisi seperti itu, dua pabrikan asal China – yakni Great Wall Motor (GWM) dan Nio – ternyata penjualan malah anjlok parah. Fakta data berbicara, GWM yang resmi memasuki pasar Jerman pada akhir tahun 2021 itu, membukukan penjualan sebanyak 962 unit, anjlok 56,5 dibanding tahun lalu.
Sekadar informasi, di Jerman yang berpenduduk 83,6 juta jiwa itu, GWM menyuguhkan mobil merek Ora dan Wey. Mereka adalah Ora 03/Funky Cat dan Ora 07, serta model plug-in hybrid Wey.
Sedangkan Nio yang resmi mulai menjual produknya di Jerman pada Oktober 2022 itu, pada periode Januari hingga Agustus 2026 mencetak angka penjualan sebanyak 19 unit, anjlok hingga 90,1 dibanding periode sama di tahun lalu.
Selama bulan Agustus saja, mobil Nio yang terjual di negeri itu hanya 1 unit, anjlok hingga 95,7 persen dibanding Agustus 2025. (Din/Aa)
Rekomendasi
Florence Lawrence, Bintang Hollywood yang Merancang Cikal Bakal Lampu Sein Mobil
Ekspor Mobil Bekas Jepang Kian Nanjak, Harga Masih Tinggi Karena Ini
Begini Cara yang Benar Bersihkan dan Mencuci Mobil yang Terkena Abu Vulkanik Gunung
Harga Pertamax Ditahan di Rp 15.950 Per Liter Ternyata Pertamina Tekor Rp 700 - Rp 900, Ini Penyebabnya
Sempat Mejeng di GIIAS 2026, Hyundai Staria EV Segera Dijual di Eropa, Ini Keunggulannya
