Jakarta, Mobilitas – Masih meningkatnya penjualan sepeda motor (meski sangat tipis) di periode Januari – Juni 2026 dikarenakan banyak orang khususnya dari kelas menengah yang beralih ke alat transportasi itu menyusul tingginya biaya hidup namun pendapatan tidak mengalami kenaikan.
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Jumat (10/7/2026) menunjukkan selama rentang waktu enam bulan pertama 2026 itu, jumlah sepeda motor yang terjual mencapai 3.129.587 unit. Jumlah tersebut meningkat 0,8 persen dibanding total penjualan yang tercetak di periode sama pada periode sama pada tahun lalu yang sebanyak 3.104.629 unit.
“Lemahnya daya beli masih terjadi hingga akhir bulan Juni atau akhir semester pertama 2026. Ini tidak hanya terjndi kalangan masyarakat lapis bawah saja, tetapi juga di kelompok kelas menengah, khususnya lapis pertama dan kedua, yang masih rentan terhadap gejolak harga. Terlebih, biaya hidup naik, tetapi pendapatan tidak,” papar ekonom enter of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Dengan kondisi seperti itu, lanjut Huda, banyak dari kelas menengah itu beralih ke sepeda motor untuk transportasi mobilitas mereka, karena selain fleksibel juga lebih murah. Sehingga permintaan motor pun masih naik.
Terlebih, jelas Huda, di sejumlah daerah harga komoditas perkebunan seperti di Sumtera dan Sulawesi serta sebagian Kalimantan harganya naik. Walhasil para petani juga banyak yang membeli motor baru.
“Begitu pula di sebagian pulau Jawa, dimana harga palawija naik. Apalagi musim ajaran tahun baru, banyak orang tua yang membeli motor baru untuk anak mereka. Meskipun faktor-faktor itu tidak sebesar di tiga atau empat tahun lalu ya, karena memang faktor daya beli,” tutur Huda. . (Usp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












