Sudah 594.984 Mobil Terjual ke Konsumen RI hingga Agustus, Tapi Pasar Tak Membesar

Sudah 594.984 Mobil Terjual ke Konsumen RI hingga Agustus, Tapi Pasar Tak Membesar
Ukuran Teks

Jakarta, Mobilitas – Selama rentang waktu enam bulan pertama atau periode Januari hingga Agustus 2026 itu, tidak hanya penjualan eceran mobil dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) saja yang melonjak, tetapi juga penjualan grosir dari pabrik ke dealer (wholesales).

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (9/9/2026) menunjukkan total wholesales sepanjang Januari–Agustus 2026 itu mencapai 599.491 unit. Angka tersebut meningkat 20,1 persen dibanding total wholesales selama kurun waktu yang sama di tahun lalu, yang kala itu mencapai 499.315 unit.

Sementara, penjualan ritel selama delapan bulan pertama 2026 mencapai 594.984 unit. Total penjualan eceran ke konsumen itu melonjak 13,9 persen dibanding periode Januari–Agustus 2025 yang masih sebanyak 522.160 unit.

Ihwal naiknya penjualan di delapan bulan pertama ini, peneliti senior Indonesia Economic and Public Policy Studies, Achmad Faisal Fanani, menyebut peningkatan dipicu oleh semakin banyaknya pemain atau merek baru di Indonesia, terutama merek asal China. Selain itu, kalangan berduit banyak yang menginginkan mobil listrik sebagai mobil kedua atau ketiga untuk menjadi penopang mobilitas sehari-hari.

“Mereka memilih mobil listrik atau setidaknya mobil elektrifikasi berteknologi hybrid, karena mengkalkulasi dengan harga bahan bakar (BBM) yang mahal, mobil listrik jadi solusi yang paling rasional. Tetapi, meski penjualan ritel di periode Januari–Agustus 2026 naik, ternyata market size mobil di Indonesia tidak membesar. Karena, kalau kita lihat data di Ditregident Korlantas Polri, pembeli mobil batu orangnya ya itu-itu lagi,” papar Faisal saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, tidak melarnya market size mobil di Tanah Air pada saat ini dikarenakan daya beli kelas menengah yang belum pulih. Bahkn jumlah orang yang masuk kategori semakin susut, dikarenakan tingkat pendapatan yang tetap, namun biaya hidup semakin meningkat.

“Terlebih, harga mobil setiap tahun naik 5 – 7 persen sejalan dengan inflasi dan kenaikan harga bahan baku,” ujar Faisal. . (Jrr/Aa)

Tentang Penulis
Arif Arianto

Senior Editor

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id

Rekomendasi

Update Terbaru