Jakarta, Mobilitas – Di kampung halamannya, China, Wuling membukukan anjloknya penjualan eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) selama bulan juni saja maupun secara kumulatif dari Januari – Juni 2026.
Sedangkan di Indonesia, kemerosotan penjualan mobil Wuling ke konsumen terjadi hingga bulan Juli. Data China Market Tracker dan Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Rabu (19/8/2026) menunjukkan di periode semester pertama 2026 itu, total penjualan ritel Wuling di China mencapai 271.682 unit.
>>> Ternyata pada Semester I 2026 Penjualan Ritel Geely, BYD, dan Changan di China Anjlok
Jumlah ini anjlok hingga 37,6 persen dibanding periode sama tahun 2025. Selama bulan Juni saja, total penjualan ritel mobil merek berlambang lima berlian itu sebanyak 45.047 unit. Total penjualan tersebut anjlok hingga 39,3 persen dibanding bulan yang sama di tahun lalu.
Sementara, di Indonesia , data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (19/8/2026) memperlihatkan selam semester pertama 2026 itu total penjualan ritel mobil Wuling di Indonesia sebanyak 8,283 unit. Jumlah itu anjlok 10,8 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
>>> Penjualan Ritel Vinfast Indonesia Januari – Juli 2026 Anjlok 13,5 Persen
Sedangkan di periode Januari – Juli, total penjualan ritel yang dibukukan Wuling Motors Indonesia sebanyak 9.690 unit. Jumlah tersebut anjlok 11,7 persen dibanding periode tujuh bulan pertama 2025. (Din/Aa)
