Beijing, Mobilitas – Bahkan, di bulan April saja, total jumlah mobil yang diekspor oleh seluruh pabrikan yang ada di Negeri Tiri Bambu itu (baik dalam wujud utuh atau CBU maupun terurai alias CKD) meroket hingga 80,7 persen dibanding ekspor di bulan yang sama pada 2025.
Data China Passenger Car Association (CPCA) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Senin (11/5/2026) menunjukkan di periode Januari – April 2026 atau empat bulan pertama 2026, jumlah mobil – konvensional, hybrid, plug-in hybrid, dan listrik murni atau BEV – yang terjual ke konsumen alias penjualan ritel di Cina mencapai 5,604 juta unit.
Jumlah penjualan secara eceran dari dealer langsung ke konsumen itu melorot 18,5 persen dibanding penjualan eceran ke konsumen di periode sama tahun 2025. Sebab di periode emapat bulan pertama 2025, total penjualan mobil di Cina ke konsumen masih sebanyak 6,872 juta unit.

Fakta juga berbicara, di periode emapat bulan pertama 2026 tersebut, total jumlah mobil elektrifikasi alias NEV yang terdiri dari hybrid, plug-in hybrid, dan listrik murni atau BEV yang terjual ke konsumen sebanyak 2.792 juta unit. Jumlah n ritel tersebut merosot hingga 17 persen dibanding periode Januari – April 2025.
Namun, meski penjualan riil ke konsumen di dalam negeri loyo, ternyata ekspor mobil penumpang dari negara berpenduduk 1,423 miliar jiwa itu justru meroket. Di periode Januari – April 2026 totalnya 2,591 juta unit, melejit hingga 66,2 persen dibanding total ekspor selam periode Januari – April 2025.
Bahkan di bulan April saja total jumlah mobil yang diekspor Cina mencapai 769.066 unit. Jumlah mobil yang dikirim ke luar negeri tersebut meroket hingga 80,7 persen dibanding April 2025, dan melonjak 11,8 persen dibanding Maret 2026. (Jrr/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












