New York, Mobilitas –. Laporan Electric Cars Report dan Lembaga Riset Kebijakan Ekonomi Energi Internasional (IREE) menyebut hingga akhir Maret 2026 penjualan mobil listrik baterai di Amerika Serikat (AS) merosot. Pangsa pasar mobil setrum ini tinggal 5,6 persen.
Hasil riset kedua lembaga itu yang dirilis 20 Mei 2026 dan disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (3/6/2026) menyebut sepanjang Januari – Maret atau kuartal pertama 2026, jumlah BEV yang terlego di Negeri Paman Sam itu sebanyak 216. 392 unit dengan pangsa pasar 5,6 persen. Jumlah tersebut anjlok 27, 1 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
Sementara, sepanjang tahun 2025 jumlah mobil listrik murni ini (BEV) di negeri itu masih sebanyak 1,27 juta unit. Meski total penjualan itu merosot 3,89 persen dibanding penjualan selama 2024, tetapi pangsa pasarnya masih 5, 8 persen.
Badan Energi Internasional (IEA) menyebut penjualan mobil listrik di negeri adidaya itu tahun 2025 menurun seiring perubahan kebijakan yang membuat harga makin sulit terjangkau. Ini terjadi setelah berakhirnya subsidi kredit dan pajak federal.
“Terlebih tidak adanya model-model mobil listrik berharga terjangkau dari Cina, semakin menambah masalah. Begitu pula tren keinginan masyarakat di negara itu terhadap mobil-mobil berukuran besar ,” sebut IEA.

Kondisi semakin susutnya permintaan mobil listrik ini menjadikan bisnis yang berkaitan dengan mobil listrik juga terdampak. Termasuk perusahaan produsen baterai Ultium Cells, yang merupakan perusahaan patungan antara General Motors (GM) dengan LG Energy Solutions Korea.
Laporan Reuters yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Rabu (3/6/2026) menyebut Ultium Cells yang telah menghentikan produksi dan merumahkan ratusan pekerjanya, sejatinya ingin aktif kembali pada bulan Juni 2026 ini.
Tetapi kembali menunda rencana untuk mempekerjakan kembali ratusan pekerja ke pabriknya di Ohio di karena permintaan kendaraan listrik di AS.yang lebih rendah dari perkiraan.
“Menurut konfirmasi dari Ultium Cells, karyawan di pabrik Warren, Ohio telah diberitahu bahwa mereka akan kembali bekerja pada Agustus 2026. Sebelumnya mereka telah dirumahkan sejak Januari dan dijanjikan untuk kembali ke pabrik pada bulan Juni ini, tetapi rencana itu kembali ditunda karena rendahnya permintaan kendaraan listrik,” tulis Reuters. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











