Roma, Mobilitas – Sejumlah kalangan menyebut, di Italia, mobil Ferrari dan Lamborghini bukan sekadar alat transportasi, melainkan sebuah simbol sosial dan kebanggan. Terlebih bagi kalangan ats negeri ini, memiliki salah satu mobil itu adalah impian.
Walhasil, di kondisi ekonomi dunia yang bergejolak pun penjualan mobil dua merek – asal Maranello dan Bologna – itu menggeliat, meski terkadang terkontraksi namun tak terpuruk parah.
“Terlebih, di Italia jumlah orang kaya dan super kaya banyak. Mereka orang lokal maupun ekspatriat yang tinggal di sana untuk waktu tinggal yang tak terbatas. Mereka terdiri dari industrialis, pedagang, pengusaha jasa wisata, dan investor keuangan dari berbagai negara,” ungkap Kepala Riset Max & Bradstreet, Andrea Rossini yang dikutip The Financial.
Terlebih, bagi orang Italia – khususnya kelas atas – kedua merek tersebut merupakan simbol kebanggaan nasional dan warisan balap yang mengakar. Keduanya dinilai memiliki keahlian teknik tingkat tinggi, estetika desain ikonik, dengan sensasi mesin pembakaran konvensional dan hybrid.

Ini yang membuat penjualan Ferrari dan Lamborghini masih mentereng. Termasuk di tahun 2026 ini, khususnya periode Januari – Juni alias semester pertama 2026.
Data Asosiasi Industri Otomotif Italia (ANFIA) dan Asosiasi Produsen Mobil Italia (UNREA) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Kamis (2/7/2026) menunjukkan, di periode Januari – Juni 2026 itu penjualan mobil Ferrari sebanyak 585 unit mobilnya. Jumlah tersebut melonjak 29,4 persen dibanding penjualan selama periode sama di tahun 2025.
Sementara, mobil Lamborghini – di saat yang sama – terjual sebanyak 419 unit. Jumlah tersebut melonjak 27 persen dibanding total penjualan yang dibukukannya selama semester pertama di tahun 2025. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id










