Jakarta, Mobilitas – Contemporary Amperex Technology Co.,Limited (CATL), pabrikan baterai listrik asal Ningde, Republik Rakyat China, di periode Januari hingga Agustus 2026, selain masih tercatat sebagai penjualan baterai terbanyak, juga membukuan kenaikan pangsa pasar.
Data SNE Research yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Sabtu (3/10/2026) menunjukkan selama periode delapan bulan pertama 2026 itu CATL membukukan instalasi (atau menjual) baterai - untuk mobil listrik baterai, plug-in hybrid, dan hybrid - sebanyak 333 GWh. Jumlah ini menanjak 25,2 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
Dengan penjualan sebanyak itu, (CATL) mengantongi pangsa pasar sebesar menjadi 39,4 persen. Pangsa pasar itu naik dibanding periode Januari hingga Agustus 2025 yang sebesar 37,7 persen setahun.
Di saat yang sama – kolega CATL sesama pabrikan asal China – BYD membukukan penjualan sebanyak 127,9 GWh, naik 6,2 persen dari tahun sebelumnya. Namun pangsa pasarnya justru turun dari 17,1 persen pada delapan bulan sebelumnya di tahun lalu.
Posisi ketiga ditempati pabrikan asal Korea Selatan, LG Energy Solution, yang berhasil melego baterai sebanyak 68,3 GWh, naik 0,9 persen dari tahun sebelumnya. Pangsa pasar pabrikan ini – seperti halnya BYD – juga turun menjadi 8,1 dari tahun lalu yang sebesar 9,6 persen.
Kemudian, di urutan berikutnya terdapat CALB China yang menjual sebanyak 44,4 GWh dengan pangsa pasar 5,3 persen. Dia disusul Gotion High-tech China dengan penjualan 41,5 GWh, Eve Energy dengan 29,5 GWh, SK On 24,9 GWh, Svolt Energy dengan 22,0 GWh, dan Rept Battero Energy dengan penjualan 20,3 GWh.
Sekadar informsasi di periode Januari – Agustus 2026, total jumlah baterai yang terjual di dunia mencapai 844,2 GWh. Jumlah itu naik 19,7 persen dibanding periode sama di tahun 2025. (Anp/(Aa)

