Stockholm, Mobilitas - Padahal, di periode Januari hingga september atau sembilan bulan pertama 2026 itu, total penjualan mobil (gabungan seluruh model dari semua merek yang ada di Swedia) masih meningkat dibanding periode sama di tahun 2025.
Data industri transportasi Sweden Mobility yang dikutip Mobilitas, di Jakarta, Jumat (3/10/2026) menunjukkan, sepanjang Januari hingga September tahun ini, jumlah mobil yang terjual di negeri itu mencapai 211.786 unit. Jumlah ini meningkat 3,8 persen dibanding periode sama si tahun 2025.
Sepanjang bulan September saja, mobil yang terjual di Negeri Viking itu mencapai 28.667 unit. Jumlah ini melonjak hingga 13,8 persen dibanding bulan yang sama di tahun 2025.
Namun, fakta berbicara, meski masih tercatat sebagai pabrikan dengan penjualan terbanyak, namun secara volume penjualan yang dibukukan Volvo di bulan September anjlok dibanding bulan yang sama di tahun lalu. Totalnya, 4.245 unit, anjlok 10,3 persen dibanding penjualan yang dicetaknya pada September 2025.
Sebelumnya, di sepanjang Januari hingga Agustus tahun ini, dinnegaranya sendieinitu, Volvo menjual mobilnya sebanyak 30.306 unit. Penjualan tersebut merosot 3,2 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
Sekadar informasi, selama periode delapan bulan pertama 2026 itu, penjualan mobil Volvo di Indonesia – baik secara grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun secara eceran dri dealer ke konsumen (penjualan ritel) - juga merosot.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Jumat (3/10/2026) memperlihatkan di periode itu, total wholesales mobil Volvo Indonesia sebanyak 64 unit, anjlok 17,9 persen dibanding wholesales pada periode sama di tahun 2025.
Sedangkan total penjualan ritelnya, juga sebanyak 64 unit. Total penjualan eceran ke konsumen itu juga anjlok 17,9 persen dibanding periode sembilan bulan pertama 2025. (/DinAa)
