Jakarta, Mobilitas – Padahal sepanjang periode enam bulan pertama (Januari - Juni) alias semester pertama 2026, pertumbuhan ekonomi nasional tumbuh di atas 5,4 persen. Bahkan pasar mobil di di Tanah Air di kurun waktu Januari – Juli tumbuh positif, terbukti total penjualan yang naik.
Data Badan Pusat Statistik yang dinukil Mobilitas, di Jakarta, Minggu (16/8/2026) menunjukkan di semester pertama tahun ini, ekonomi nasional tumbuh 5,45 persen dibanding semester pertama 2025.
>>> Meski Wholesales Naik, Penjualan Ritel Mercedes Januari – Mei 2026 di RI Anjlok 28,9 Persen
“Pertumbuhan ini ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, lonjakan belanja pemerintah, serta tingginya laju investasi domestik,” bunyi keterangan data itu.
Sementara, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Minggu (16/8/2026) memperlihatkan di periode Januari – Juli, total penjualan grosir mobil dari pabrik ke dealer (wholesales) sebanyak 517.742 unit. Jumlah ini naik 18,3 persen dibanding periode sama di tahun lalu yang sebanyak 437.544 unit.
Sedangkan total penjualan eceran dari dealer langsung ke konsumen (penjualan ritel) - di kurun waktu yang sama – sebanyak 511.514 unit. Total penjualan ritel tersebut meningkat 12,3 persen dibanding periode sama di 2025.
>>> Penjualan Ritel Lexus Indonesia Januari – Mei 2026 Kembali Merosot, untuk Kedua Kalinya
Namun di periode tujuh bulan pertama itu, penjualan ritel mobil mewah Mercedes-Benz sebanyak 1.196 unit, anjlok 23,8 persen year on year. Kemudian, mobil Lexus laku terjual ke konsumen 690 unit, anjlok 25,1 persen.
Lalu, mobil merek MINI, di saat yang sama, terjual ke konsumen sebanyak 230 unit, anjlok 23,1 persen dibanding periode Januari – Juli 2025. Adapun mobil Volvo hanya laku 38 unit, anjlok 38,7 persen. (Din/Aa)
