Hanoi, Mobilitas – Sepanjang periode Januari sampai Agustus atau delapan bulan pertama 2026 Vietnam mencatatkan peningkatan volume dan nilai impor mobil dalam wujuh utuh (CBU) yang signifikan dibanding periode sama di tahun lalu.
Data Departemen Umum dan Bea Cukai Vietnam yang disitat Mobilitas di Jakarta, Sabtu (26/9/2026) menyebut total jumlah mobil CBU yang diimpor oleh Negeri Paman Ho di periode tersebut mencapai 168.033 unit. Jumlah tersebut melonjak 22 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
Sementara nilainya mencapai US$3,905 miliar, melonjak 29,5 persen dibanding periode yang sama di tahun 2025. . “Indonesia, Thailand, dan China mendominasi pasar,dengan total volume hampir 95 persen dari total impor,” bunyi keterangan tersebut.
Fakta data berbicara, di delapan bulan pertama 2026 tersebut Vietnam mengimpor mobil CBU dari Indonesia sebanyak 70.366 unit, dengan total nilai US $1,011 miliar. Dengan jumlah sebanyak itu dan nilai sebesar itu, Indonesia menjadi sumber impor mobil CBU terbesar bagi negeri itu.
Urutan kedua, Thailand. Negeri Gajah Putih ini mengekspor mobil utuh ke Vietnam sebanyak 44.411 unit, dengan total nilai US$923 juta selama delapan bulan pertama 2026 tersebut.
Ketiga, impor dari Republik Rakyat China, jumlahnya mencapai 44.335 unit dengan total nilai mencapai US$1,567 miliar. Total jumlah impor ini melonjak 45,9 persen dibanding tahun lalu, dan nilainya melonjak 58,8 persen.
Selain dari tiga negara itu, impor mobil CBU juga dilakukan dari Jepang, Korea, Amerika Serik, dan Eropa. . (Jrr/Aa)
