Roma, Mobilitas – Ferrari dan Lamborghini merupakan merek supercar asli Italia yang didirikan oleh Enzo Ferrari, dan Ferruccio Lamborghini. Keduanya memproduksi kendaraan berkecepatan tinggi dengan performa luar biasa, tetapi dengan ciri khas desain dan filosofi berkendara yang berbeda.
Mobil sport buatan mereka tak hanya digandrungi kelompok masyarakat berkemampuan ekonomi tinggi di Italia saja, tetapi juga di seantero dunia. Bahkan memiliki mobil Ferrari atau Lamborghini menjadi ekspresi status sosial dan ekonomi.
>>> BYD Perkasa di Prancis, Penjualannya Selama Januari – Agustus Tahun Ini Meroket 139,9 Persen
Soal penjualan di dalam negeri Italia pada tahun 2026 ini – khususnya selama periode Januari hingga Agustus 2026 – ternyata keduanya membukukan tren kenaikan dibanding penjualan selama kurun waktu yang sama di tahun 2025.
Data Asosiasi Industri Otomotif Italia (ANFIA) dan Asosiasi Produsen Mobil Italia (UNREA) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Rabu (2/9/2026) menunjukkan, di periode Januari – Agustus 2026 jumlah mobil Ferrari yang terjual sebanyak 726 unit. Total penjualan tersebut menanjak hingga 26,5 persen dibanding delapan bulan pertama 2025.
>>> Penjualan Ritel Neta pada Juli 2026 Meroket 383,9 Persen, Tapi Januari – Juli Masih Anjlok
Pada saat yang sama, total jumlah mobil Lamborghini yang terlego sebanyak 511 unit. Jumlah tersebut melonjak hingga 26,8 persen dibanding total penjualannya di periode sama pada tahun 2025.
Menariknya, penjuala super car dua merek itu moncer meski di saat ekonomi Italia menghadapi tekanan. Laporan The Financial menyebut, tingkat inflasi tahunan di Italia meningkat menjadi 3,3 persen pada Agustus 2026, naik dari 2,9 persen di bulan Juli.
>>> Pabrikan Ban Asal China Investasi Rp 4 Triliun di RI, Begini Potensi Cuannya
Tingkat inflasi tersebut menjadi level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga energi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. (Din/Aa)
