Roma, Mobilitas – Ferrari dan Lamborghini merupakan merek supercar asli Italia yang didirikan oleh Enzo Ferrari, dan Ferruccio Lamborghini. Keduanya memproduksi kendaraan berkecepatan tinggi dengan performa luar biasa, tetapi dengan ciri khas desain dan filosofi berkendara yang berbeda.
Mobil sport buatan mereka tak hanya digandrungi kelompok masyarakat berkemampuan ekonomi tinggi di Italia saja, tetapi juga di seantero dunia. Bahkan memiliki mobil Ferrari atau Lamborghini menjadi ekspresi status sosial dan ekonomi.
Soal penjualan di dalam negeri Italia pada tahun 2026 ini – khususnya selama periode Januari hingga Agustus 2026 – ternyata keduanya membukukan tren kenaikan dibanding penjualan selama kurun waktu yang sama di tahun 2025.
Data Asosiasi Industri Otomotif Italia (ANFIA) dan Asosiasi Produsen Mobil Italia (UNREA) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Rabu (2/9/2026) menunjukkan, di periode Januari – Agustus 2026 jumlah mobil Ferrari yang terjual sebanyak 726 unit. Total penjualan tersebut menanjak hingga 26,5 persen dibanding delapan bulan pertama 2025.
Pada saat yang sama, total jumlah mobil Lamborghini yang terlego sebanyak 511 unit. Jumlah tersebut melonjak hingga 26,8 persen dibanding total penjualannya di periode sama pada tahun 2025.
Menariknya, penjuala super car dua merek itu moncer meski di saat ekonomi Italia menghadapi tekanan. Laporan The Financial menyebut, tingkat inflasi tahunan di Italia meningkat menjadi 3,3 persen pada Agustus 2026, naik dari 2,9 persen di bulan Juli.
Tingkat inflasi tersebut menjadi level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga energi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. (Din/Aa)
Rekomendasi
Sempat Mejeng di GIIAS 2026, Hyundai Staria EV Segera Dijual di Eropa, Ini Keunggulannya
Bos CATL Ingatkan Potensi Baterai Gagal Akibat Cepatnya Siklus Produksi Mobil Listrik
Ini Cara Mudah Hindarkan Diri Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
Kongsi Geely - Renault Bikin Sistem PHEV Khusus Mobil Off-road, Ini Istimewanya
Chery Makin Berjaya di Inggris, Januari – Agustus 2026 Penjualannya Meroket Ribuan Persen
