Bisnis

Penjualan Truk Semester I 2026 Melonjak: Mitsubishi Fuso, Isuzu, dan Hino Terlaris

×

Penjualan Truk Semester I 2026 Melonjak: Mitsubishi Fuso, Isuzu, dan Hino Terlaris

Share this article
Truk Mitsubishi Fuso Fighter X - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Fakta data berbicara, di periode Januari – Juni alias semester pertama 2026 itu, penjualan grosir truk dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun penjualan secara eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) melonjak dibanding periode sama di 2025.

Data Gabungan Industri Kendaran Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Selasa (21//7/2026) wholesales truk di periode Januari – Juni 2026 itu sebanyak 35.934 unit, naik 39 persen dibanding periode sama di tahun lalu yang masih sebanyak 25.778 unit. Sementara, penjualan ritelnya di saat yang sama bulan sebanyak 35.932 unit, melonjak 28 persen dibanding periode sama di tahun 2025.

Fakta menyebut di kurun waktu itu, tiga merek atau pabrikan menjadi penguasa pasar truk (khususnya pasar penjualan ritel). di Tanah Air. Mereka adalah Mitsubishi Fuso, Isuzu, dan Hino.

Truk Isuzu GIGA FVM – dok.Mobilitas

Mitsubishi Fuso di periode enam bulan pertama 2026 itu membukukan penjualan ritel sebanyak 17.974 unit. Jumlah tersebut melejit hingga 54,4 persen dibanding periode Januri – Juni 2025.

Kemudian, Isuzu mencetak angka penjualan ke konsumen itu sebanyak 13.430 unit, melonjak 18,9 persen dibanding periode sama di tahun 2025. Sementara, total penjualan ritel Hino – di waktu yang sama – sebanyak 10.569 unit, naik 2,6 persen dibanding periode enam bulan pertama 2025.

Menurut Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Selasa (21//7/2026) menyebut moncernya penjualan truk di Indonesia selama periode semester pertama itu tidak lepas dari geliat ekonomi nasional. Sedangkan penjualan kendaraan niaga seperti truksangat terkai erat dengan dinamika ekonomi.

Truk Hino – dok.Mobilitas

Jongkie menilai pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal pertama tahun ini yang sebesar 5, 1 persen menjadi pijakan kuat untuk laju pertumbuhan ekonomi di periode selanjutnya. Sehingga, menjadikan kinerja pelaku ekonomi sektor riil juga meningkat.

“Terlebih, yang menyumbang sektor konsumsi, baik konsumsi rumah tangga, industri mnufaktur khususnya pengolahan pangan, konsumsi pemerintah (untuk Kopdes dan MBG) dan lainnya. Itu menandakan sektor angkutan barang atau logistik terus tumbuh. Sektor lain yang juga begerak dinamis adalah sektor perkebunan karena pemerintah genjot program biofuel, lalu sebagian tambang, ini semua tentu memicu permintaan truk,” ungkap Jongkie. (Swe/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id