Jakarta, Mobilitas – Tren penggunaan dan pembelian sepeda motor listrik terus meningkat di Indonesia, seiring dengan munculnya kesadaran rasional bahwa operasional motor bertenaga dari setrum ini lebih murah.
Terlebih, produsen penyedia motor listrik di Indonesia juga semakin banyak. Meski begitu, menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) masih banyak tantangan dan kendala yang dihadapi industri untuk memacu penjualan.
>>> Penjualan Ritel Hyundai Indonesia di Januari – Juli Tahun Ini Kembali Anjlok, Ketiga Kalinya
Sehingga hingga kini, pangsa pasar motor listrik jenis ini di Indonesia masih di bawah 1 persen dari total pasar kendaraan bermotor roda dua secara nasional.
"Tantangan dan kendala itu dikarenakan peminat sepeda motor listrik itu kelompok menengah ke bawah yang berpikir dengan motor listrik maka pengeluaran untuk transportasi lebih murah, karena biaya cas baterai lebih murah, minim biaya perawatan. Tetapi, kelompok ini sensitif terhadap harga, sehingga keberadaan insentif itu sangat berpengaruh ke penjualan,” papar Budi yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Budi pun menyodorkan bukti data penjualan motor listrik di tahun 2025 yang hanya 55.059 unit, jumlah itu anjlok 28,6 persen dibanding tahun 2024 yang mencapai 77.078 unit. Hal itu terjadi karena masyarakat menunggu kepastian kelanjutan insentif, yang ternyata selama 2025 tidak ada.
>>> Ternyata Mobil Listrik China Sudah Bisa Tembus Pasar Amerika, Ini Buktinya
Selain faktor keterjangkauan harga itu, masalah infrastruktur pengecasan baterai yang belum merata, nilai jual kembali, hingga konsistensi kebijakan pemerintah terkait industri yang berpengaruh ke kelangsungan ekosistem juga turut berpengaruh.
"Soal nilai jual kembali itu di masyarakat kita itu hal yang cukup penting. Sementara, sampai saat ini, pasar sekunder alias pasar motor listrik bekas belum terbentuk, ” tandas Budi.
Sekadar informasi, data Aismoli yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Minggu (23/8/2026) memperlihatkan penjualan motor listrik di periode 2021 – 2024 terus menanjak, namun di 2025 anjlok.
>>> Insentif Motor Listrik Bukan Rp 5 Juta Tapi Rp 3 Juta, Dinilai Cukup Berdampak ke Minat Beli
Rinciannya, tahun 2021 sebanyak 10.546 unit, tahun 2022: 17.198 unit, tahun 2023: 62.409 unit, tahun 2024: 77.078 uni, dan tahun 2025 sebanyak 55.059 unit. (Jrr/Aa)
