Jakarta, Mobilitas – Sepanjang bulan Mei lalu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil ke diler (wholesales) hanya sebanyak 54.815 unit. Jumlah ini merosot hingga 30,5% dibanding wholesales April yang mencapai 78.908 unit.
Tak hanya itu. Penjualan ke konsumen (ritel) pun juga merosot, bahkan hingga 19,3%. Fakta data berbicara, di bulan itu penjualan ritel hanya 64.175 unit.
Sementara, jumlah wholesales secara kumulatif di Januari hingga Mei mencapai 320.749 unit. Jumlah ini menanjak 29,17% dibanding wholesales yang dibukukan selama periode yang sama tahun 2020, yang sebanyak 248.309 unit.
“Distribusi atau wholesales maupun penjualan ke konsumen (ritel) di April memang turun. Ini dikarenakan jumlah hari kerja di bulan itu lebih sedikit karena cuti bersama Idul Fitri. Bahkan kalau ditotal jumlah hari libur di bulan itu ada 10 hari. Tentu ini juga berpengaruh ke aktifitas penjualan,” papar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Toyota Avanza Veloz - dok.Istimewa
Penyusutan angka wholesales juga dibukukan oleh sebagain merek Low MPV. Di bulan Mei itu, Mitsubishi Xpander (termasuk Xpander Cross) tercatat sebagai model yang terbanyak terkirim ke diler, yakni 5.026 unit.
Dia mengungguli Toyota Avanza yang sebanyak 4.675 unit, Wuling Confero S yang sebanyak 1.076 unit, Suzuki Ertiga 849 unit, dan Xenia yang sebanyak 585 unit. Bahkan jauh di atas Honda Mobilio yang mengantongi angka wholesales 204 unit, dan Nissan Livina yang hanya 43 unit.
Namun, secara kumulatif selama lima bulan pertama tahun ini atau dari Januari hingga Mei, Toyota Avanza masih jauh lebih banyak terdistribusi ke diler dibanding Xpander.

Wuling Confero S - dok.Istimewa
Berikut datanya: Avanza : 22.140 unit Xpander : 20.466 unit Ertiga : 4.810 unit Confero S: 3.744 unit Xenia : 3,481 unit Mobilio: 2.866 unit Livina : 43 unit Sumber : Gaikindo, 2021 (Jrr/Aa)