Sistem pengereman tersebut bekerja bersama Integrated Brake Controller atau IBC yang juga digunakan pada Fenomeno dan Urus SE Performante. Lamborghini mencatat peningkatan deselerasi puncak sebesar 11 persen dan pelepasan panas 23 persen lebih baik, termasuk berkat saluran udara baru menuju rem belakang.
Sayap belakang memakai desain ganda
Bagian belakang menjadi salah satu pembeda visual utama Revuelto SV. Lamborghini memasang konfigurasi double rear-wing dengan bagian tengah dibuat rendah untuk menekan hambatan udara, ditambah Gurney flap untuk mendukung kebutuhan downforce.
Panjang keseluruhan kendaraan berkurang 3 mm. Dua ujung knalpot berwarna matte grey juga menjadi perlengkapan khusus untuk varian SV.
Karbon terbuka dan aksen hitam digunakan pada sejumlah bagian bodi, sementara pelek ringan center-lock dibuat khusus dengan diameter 20 inci di depan dan 21 inci di belakang. Lamborghini turut bekerja sama dengan Bridgestone untuk menyediakan beberapa pilihan ban, termasuk Potenza Race R semi-slick.
Detail berwarna merah ditambahkan pada diffuser depan dan belakang. Pembeli juga dapat memilih empat livery khusus SV.
Suspensi memakai teknologi dari program GT3
Perubahan sasis mengikuti peningkatan aerodinamika dan tenaga. Revuelto SV menggunakan damper yang dapat disetel manual dalam empat arah dan dikembangkan berdasarkan program balap GT3 Lamborghini.
Kombinasi suspensi, aerodinamika dan ban Bridgestone diklaim menghasilkan daya cengkeram lateral 10 persen lebih tinggi. Kelincahan mobil juga disebut meningkat 17 persen dibandingkan Revuelto.
Seluruh perangkat tersebut terhubung dengan mode berkendara baru bernama Pilota. Mode ini mengendalikan sistem traction control lima tingkat dan dapat menyesuaikan pengaturan berdasarkan kondisi lintasan.
Kalibrasinya dibuat untuk gaya mengemudi agresif di sirkuit, termasuk ketika mobil melewati kerb saat menikung. Pilota menjadi mode berkendara pertama dengan nama tersebut pada Lamborghini.
CEO Lamborghini Stephan Winkelmann mengatakan peningkatan pada Revuelto SV mencakup hampir seluruh perangkat yang berhubungan langsung dengan performa mobil.
“Berkat aerodinamika baru, vehicle dynamics controller mutakhir, serta teknologi turunan motorsport untuk suspensi, rem dan ban, ditambah peningkatan tenaga, Revuelto SV memberikan presisi dan karakter sporty yang lebih tinggi dibandingkan Revuelto,” kata Winkelmann.
“Hal ini menjadikan Revuelto SV sebagai super sports car terbaik bagi pengemudi yang berfokus pada performa.”
Dengan tenaga 783 kW dan torsi 1.425 Nm, Revuelto SV kini menempati posisi teratas dalam jajaran mobil jalan raya produksi Lamborghini. Produksi globalnya akan berhenti setelah 1.963 unit, sementara harga resmi untuk model 2027 tersebut masih belum diumumkan.