⌂ Beranda Mobility Genjot Produksi Mobil Listrik Bisa Bikin Indonesia Naik Kelas di Kancah Global, Asalkan….
Mobility

Genjot Produksi Mobil Listrik Bisa Bikin Indonesia Naik Kelas di Kancah Global, Asalkan….

Genjot Produksi Mobil Listrik Bisa Bikin Indonesia Naik Kelas di Kancah Global, Asalkan….
Ilustrasi, mengecas baterai mobil listrik - dok.KPCW
A A Ukuran Teks16px

Jakarta, Mobilitas – Dengan memproduksi menggenjot produksi kendaraan listrik – baik mobil maupun motor di lokal (dari berbagai merek yang terlibat dalam ekosistem kendaraan listrik nasional) – Indonesia akan meraup berbagai keuntungan.

Pengamat Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu saat dihubungi Mobilitas dari Jakarta, Jumat (15/8/2026) menyebut selain menumbuhkembangkan industri (yang juga memungkinkan keterlibatan pemasok komponen skala UKM), menyerap tenaga kerja, dengan program itu Indonesia juga bisa mendayagunakan sumberdaya alam bahan baku baterai yakni nikel melalui hilirisasi.

Sehingga, multiplier effect alias dampak berantainya besar ke pertumbuhan ekonomi nasional. Tetapi, kandungan komponen lokal – khususnya komponen inti - juga harus digenjot. Bukan hanya rangka dan bodi.

“Kalau itu yang terjadi, kita bisa menahan nilai tambah yang selama ini lari ke luar negeri untuk dinikmati dan diolah lagi di dalam negeri untuk menyokong perkembangan ekonomi nasional. Tetapi, itu semua bisa terwujud, jika seluruh proses yang dilalui dijalankan secara benar dan terprogram, sehingga tidak menutup kemungkinan Indonesia naik kelas dari sekadar pasar menjadi pemain dalam rantai pasok global,” papar Yannes.

Peneliti senior Indonesia Economic and Public Policy Studies, Achmad Faisal Fanani mengamini pernyataan Yannes. Bahkan dia menyarankan pemerintah untuk belajar dari China yang di awal untuk memacu industri di dalam negeri hingga mencapai kejayaan seperti sekarang, menggandeng pabrikan otomotif asing.

“Pemerintah negeri itu ‘menggiring’ pabrikan asing untuk berkongsi dengan pabrikan lokal yang dimiliki BUMN dan BUMD setempat dengan opsi transfer teknologi. Kemudian kongsi itu menyerap komponen lokal sehingga selain jejaring pasokan terjamin juga menumbuhkan industri lokal. Apalagi sumber bahan baku juga tersedia melimpah. Ini menjadikan daya saing produk menguat,” ungkap Faisal yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Sabtu (16/8/2026).

Seperti diketahui, menyampaikan Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan di Jakarta, Jumat (15/8/2026) Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan mempercepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat.

“Kita akan percepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat. Subsidi BBM harus kita kurangi secara signifikan. Untuk itu, Pemerintah yang saya pimpin kemarin telah meluncurkan ekosistem motor listrik nasional,” kata dia. (Anp/Aa)

 

A
Tim Redaksi
Penulis: Arif Arianto Editor:: Arif Arianto
📰 Update Terbaru