Bangkok, Mobilitas.id -- Mitsubishi Pajero kembali dalam wujud generasi kelima setelah lama absen dari panggung SUV besar. Model terbaru ini berubah cukup drastis karena kini dibangun menggunakan basis ladder frame yang berkerabat dengan Triton, sekaligus membawa mesin diesel 2,4 liter baru, transmisi otomatis delapan percepatan, dan kabin tiga baris.
Kehadirannya menarik perhatian untuk kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Mitsubishi akan memproduksi Pajero terbaru di Thailand mulai tahun fiskal 2026, kemudian memperluas pemasarannya ke Jepang, Australia, negara-negara ASEAN, Amerika Latin, Timur Tengah, hingga total sekitar 100 pasar.
>>> Honda ST125 Dax Candy Energy Orange dan Pearl Shining Black Meluncur, Harga Rp 84,5 Juta
Indonesia memang belum diumumkan secara spesifik sebagai negara tujuan. Namun, masuknya ASEAN dalam rencana distribusi membuat peluang Pajero kembali hadir di kawasan ini patut diperhatikan, terlebih produksinya berada di Thailand.
Pajero Kembali Setelah Generasi Keempat Berakhir
Pajero generasi kelima menjadi penerus langsung model generasi keempat yang produksinya berakhir pada 2021. Ini juga menjadi generasi baru pertama sejak Pajero generasi keempat diperkenalkan pada 2006.
Nama Pajero sendiri sudah memiliki perjalanan lebih dari empat dekade sejak diluncurkan pada 1982. Empat generasi sebelumnya membukukan penjualan global lebih dari 3,3 juta unit.
Di sejumlah negara, SUV ini memakai identitas berbeda. Nama Montero digunakan antara lain di Amerika Utara, Spanyol, dan sejumlah wilayah Amerika Latin, sementara pasar Inggris mengenalnya sebagai Shogun.
Untuk generasi kelima, perubahan paling mendasar justru terjadi pada konstruksinya. Mitsubishi meninggalkan format monocoque yang digunakan Pajero sebelumnya dan kembali mengandalkan ladder frame.
Basis Triton, tetapi Sasis Pajero Mendapat Banyak Perubahan
Pajero baru menggunakan pengembangan platform ladder frame yang juga menjadi dasar Triton generasi terbaru. Meski berkerabat, konfigurasi sasis SUV tersebut tidak sekadar mengambil rangka pikap lalu memasangkan bodi wagon.
Side member dibuat lebih tebal dan struktur rangka memperoleh tambahan cross-bracing. Bagian depan serta belakang sasis juga dikembangkan khusus untuk Pajero.
Jarak sumbu rodanya 2.870 mm, lebih pendek 260 mm dibandingkan Triton. Dimensi keseluruhan Pajero mencapai panjang 4.920 mm dan lebar 1.925 mm, sedangkan tinggi berada di kisaran 1.900 sampai 1.910 mm tergantung varian.
Ground clearance mencapai sekitar 231 mm. Untuk medan off-road, Pajero memiliki approach angle 30,4 derajat, breakover angle 22,6 derajat, dan departure angle 25,8 derajat.
Suspensi depan menggunakan independent double wishbone. Di belakang, Mitsubishi memilih rigid axle dengan konfigurasi five-link dan per keong, berbeda dari leaf spring yang digunakan Triton.
Rem cakram juga digunakan pada roda belakang menggantikan konfigurasi tromol seperti pada Triton. Pajero memiliki radius putar yang sedikit lebih rapat, sementara posisi pandang pengemudi dibuat lebih tinggi untuk membantu visibilitas.
Mesin Diesel 2,4 Liter Punya Tenaga 150 kW
Saat peluncuran, Pajero generasi terbaru mengandalkan satu pilihan mesin diesel. Jantung pacunya berupa empat silinder 2,4 liter turbo diesel dengan konfigurasi single turbo.
Tenaga maksimum mencapai 150 kW atau sekitar 204 PS. Torsi puncaknya 480 Nm, sementara spesifikasi tertentu mendapatkan keluaran 470 Nm.
Mesin tersebut dipasangkan dengan transmisi otomatis delapan percepatan generasi baru yang memiliki Sport mode. Jumlah percepatannya bertambah dibandingkan transmisi otomatis enam percepatan pada Triton.
Karakter ini menempatkan Pajero baru pada wilayah yang cukup familiar bagi konsumen SUV diesel di Indonesia. Jika kelak dipasarkan di Tanah Air, format mesin diesel, ladder frame, dan sistem 4WD akan membuatnya berada di segmen yang berbeda dari Outlander maupun Destinator.
Super Select 4WD-II Tetap Dipertahankan
Mitsubishi tidak meninggalkan salah satu perangkat yang sejak lama identik dengan kemampuan jelajah Pajero. Super Select 4WD-II tetap tersedia dengan pilihan 2H, 4H, 4HLc, dan 4LLc.
Pengemudi dapat memakai penggerak roda belakang melalui 2H untuk penggunaan normal. Pilihan lainnya memungkinkan sistem empat roda full-time, penguncian diferensial tengah, hingga rasio rendah ketika kendaraan menghadapi medan yang lebih berat.
Sistem tersebut dipadukan dengan Super All Wheel Control atau S-AWC. Pengaturannya mencakup distribusi torsi depan-belakang, torque vectoring kiri-kanan, Active Yaw Control, kontrol traksi dan stabilitas, serta pengendalian pengereman empat roda.
Tujuh mode berkendara tersedia, yakni Eco, Normal, Gravel, Snow, Mud, Sand, dan Rock. Pengemudi dapat menyesuaikan respons kendaraan dengan kondisi jalan yang dihadapi.
Tombol rear differential lock juga terlihat pada konsol tengah. Perangkat ini melengkapi konfigurasi penggerak yang memang disiapkan untuk penggunaan di luar aspal.
Desain Mengotak, Ban Cadangan Pindah dari Pintu Belakang
Walaupun konstruksinya berubah, Mitsubishi masih menyisipkan sejumlah elemen yang mengingatkan pada Pajero lama. Bodinya dibuat tegak dan mengotak dengan garis horizontal yang kuat.
Lampu depan LED memiliki bentuk T dan terhubung dengan elemen pencahayaan yang membentang di bagian depan. Mitsubishi menyediakan grille bilah horizontal serta alternatif bermotif heksagonal yang mengambil inspirasi dari kiprah Pajero di Dakar.
>>> Chery Q Hadir di Surabaya, Harga Mulai Rp262,4 Juta, terobos Pasar via GIIAS 2026
Detail pilar C berbentuk seperti tangga mengambil referensi dari roll bar Pajero generasi pertama. Bagian belakang juga mendapatkan motif heksagonal sebagai pengingat terhadap posisi ban cadangan pada model terdahulu.
Namun, ban cadangan itu sendiri tidak lagi menggantung di pintu bagasi. Mitsubishi memindahkannya ke bagian bawah belakang kendaraan.
Enam pilihan warna eksterior disiapkan, dengan Armor Copper dan Phantom Blue sebagai dua warna utama. Berbagai aksesori juga akan tersedia, termasuk bull bar untuk pasar tertentu.
Kabin Tujuh Penumpang dengan Dua Layar 14,3 Inci
Dashboard Pajero terbaru memiliki bentuk tinggi dan horizontal. Mitsubishi menyebut rancangan dasarnya mengambil inspirasi dari Pajero generasi pertama, tetapi seluruh perangkat di dalamnya sudah mengikuti kebutuhan SUV modern.
Varian atas mendapatkan dua layar 14,3 inci yang ditempatkan berdampingan dalam satu panel. Beberapa tipe lainnya menggunakan layar berukuran 12,3 inci.
Kontrol fisik untuk pengaturan pendingin udara tetap dipertahankan di bawah layar tengah. Konsol juga menyediakan dua port USB-C, soket 12 volt, wireless charger, dua cup holder, tuas transmisi konvensional, serta rotary controller untuk sistem 4WD.
Tampilan digitalnya masih menyimpan referensi Pajero terdahulu melalui Multi Meter bergaya tiga meter. Informasi off-road yang tersedia meliputi ketinggian, kompas, temperatur luar, sudut pitch dan roll, serta status Active Yaw Control.
Lapisan soft-touch pada dashboard dan panel pintu memakai teknik jahitan yang terinspirasi kerajinan tradisional Jepang Kimekomi. Untuk varian tertentu, Mitsubishi juga menyediakan pelapis kulit semi-aniline.
Baris Ketiga Dibuat untuk Penumpang Dewasa
Konfigurasi tiga baris dengan tujuh tempat duduk menjadi salah satu bagian penting Pajero baru. Kursi baris kedua dapat digeser maju atau mundur hingga 150 mm, sehingga ruang kaki maupun akses menuju kursi paling belakang dapat diatur sesuai kebutuhan.
Mitsubishi juga menambah ruang kepala dan kaki di baris ketiga agar kursinya dapat digunakan penumpang dewasa. Fitur pendukung penumpang belakang mencakup USB-C pada bagian belakang kursi depan, panel AC tersendiri, meja lipat, kantong penyimpanan bertingkat, serta armrest dengan cup holder.
Kursi berventilasi tersedia untuk baris pertama dan kedua, sementara pengaturan temperatur kabin menggunakan automatic climate control tiga zona.
Untuk sistem audio, Pajero mengikuti pendekatan Outlander dengan perangkat Dynamic Sound Yamaha Ultimate. Sistem tersebut terdiri dari 12 speaker dan dua amplifier, ditambah active noise compensation serta kaca depan dan samping yang memiliki insulasi suara.
Kamera Bisa Memperlihatkan Area di Bawah Bagian Depan
Perlengkapan untuk penggunaan off-road tidak berhenti pada sistem penggerak. 3D Multi Around Monitor memanfaatkan empat kamera dan model tiga dimensi kendaraan untuk membantu pengemudi memantau kondisi di sekeliling mobil.
Front Under Floor View akan aktif secara otomatis ketika Pajero berada dalam low range. Tampilan tersebut memungkinkan pengemudi melihat area yang berada tepat di bawah bagian depan kendaraan, berguna ketika menentukan jalur roda di medan berbatu atau saat melewati turunan.
Perangkat keselamatannya mencakup Forward Collision Mitigation, Predictive Forward Collision Warning, Emergency Lane Assist, Front Cross Traffic Alert, dan MI-PILOT untuk membantu berkendara di jalan raya.
Total delapan airbag tersedia, termasuk center airbag yang untuk pertama kalinya digunakan Mitsubishi. Kamera pemantau pengemudi juga ditempatkan pada kolom kemudi.
Thailand Jadi Basis Produksi, ASEAN Masuk Rencana Pemasaran
Berbeda dari Pajero terdahulu yang diproduksi di Jepang, generasi kelima akan dibuat di Thailand bersama Triton. Thailand sekaligus menjadi pasar pertama yang mendapatkan SUV tersebut.
Australia juga sudah masuk jadwal. Pemesanan di negara itu direncanakan dibuka pada Oktober dengan kedatangan unit diperkirakan berlangsung Desember.
Setelah Thailand, Jepang, dan Australia, Mitsubishi merencanakan ekspansi ke kawasan ASEAN, Amerika Latin, Timur Tengah, dan berbagai wilayah lain. Target distribusinya mencapai sekitar 100 pasar secara global.
Posisi Indonesia belum diumumkan. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah Pajero generasi kelima nantinya akan dijual oleh Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia.
Jika masuk Indonesia, Pajero baru juga akan menjadi segmen premium dalam jajaran SUV Mitsubishi. Pasar domestik selama ini lebih mengenal Pajero Sport, sementara model yang baru diperkenalkan merupakan Pajero generasi kelima dengan sejarah dan garis produk tersendiri.
Di pasar lain, Pajero terbaru dipersiapkan menghadapi SUV ladder frame seperti Ford Everest, Isuzu MU-X, GWM Tank 500, hingga Toyota Land Cruiser Prado. Harga resminya sendiri belum diumumkan.
>>> BYD Siap Gelontorkan BYD M9 Versi PHEV, Bersetir Kanan, Bisa Masuk RI
Dengan produksi yang berada di Thailand dan ASEAN tercantum dalam rencana ekspansi, peluang Indonesia mendapatkan Pajero generasi baru tetap terbuka. Kepastiannya kini bergantung pada keputusan Mitsubishi mengenai negara-negara ASEAN yang akan menerima SUV flagship tersebut.
