Jakarta, Mobilitas - Hingga kini, di masyarakat banyak anggapan mobil-mobil yang tidak digunakan alias hanya terparkir di garasi, aman-aman saja. Padahal, sebaliknya, meski hanya diam, mobil yang tak dipakai sejumlah komponennya mengalami penurunan kualitas atau kondisi.
"Mobil yang tidak dipakai berbulan-bulan erlu dicek kondisinya. Sebab, walau hanya terparkir di garasi, beberapa komponen mobil tetap bisa mengalami penurunan kondisi," papar mekanik senior Bandar Pelumas Motor, Muhammad Fajri, saat ditemui Mobilitas di Jalan Hasyim Asyari, Cipondoh, Tangerang, Sabtu (31/10/2026).
Permasalahan yang kerap muncul, lanjut Fajri, antara lain aki tekor, tekanan angin ban berkurang dan flat spot, hingga kabel digigit tikus. Selain itu, karat pada komponen logam, pelumasan mesin yang kurang optimal, hingga komponen karet yang mengering, retak, dan getas.
"Oleh karena itu, mobil yang jarang digunakan tetap membutuhkan perawatan. Periksa kondisi aki secara berkala dengan menyalakan mobil. Pastikan tingkat tekanan angin ban masih sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Pastikan ruang mesin bersih dan tidak ada gigitan tikus di kabel," ujar Fajri.
Sebagai langkah antisipasi, parkir mobil di temapat yang bersih dan kering dengan sirkulasi udara yang baik. Sebaiknya mobil dipanasi dan dijalankan, meski hanya seminggu sekali agar tingkat elastisitas komponen berbahan karet tetap terjaga.
"Sebab, komponen-komponen itu akan mengeras dan getas jika tidak atau sangat jarang digerakkan. Komponen yang berpotensi mengalami masalah seperti itu antara lain karet wiper, karet pintu, seal kaca, serta karet pada komponen kaki-kaki atau suspensi. Jadi kesimpulannya, mobil yang sangat jarang dipakai atau lama terparkir di garasi tetap membutuhkan perawatan dan sesekali dipakai jaln minimal seminggu sekali," tandas Fajri. (Jrr/Aa)

