⌂ Beranda › Bisnis › Penjualan Bus Listrik dan Suku Cadang Otomotif Melonjak, Pendapatan VKTR Menanjak
Bisnis

Penjualan Bus Listrik dan Suku Cadang Otomotif Melonjak, Pendapatan VKTR Menanjak

Penjualan Bus Listrik dan Suku Cadang Otomotif Melonjak, Pendapatan VKTR Menanjak
Ilustrasi angkutan TransJakarta - dok.VKTR
A A Ukuran Teks16px

Jakarta, Mobilitas - Emiten bus listrik Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sepanjang tiga kuartal pertama atau Januari hingga September 2026 membukukan pendapatan sebesar Rp1,06 triliun. Besaran pendaatan ini melonjak 49 persen dibanding periode sama di tahun lalu, yang masih sebesar Rp 717 miliar.

Keterangan keterbukaan informasi publik VKTR yang disitat Mobilitas di Jakarta, Jumat (30/10/2026) menyebut pertumbuhan pendapatan itu disokong oleh peningkatan penjualan kendaraan listrik komersial bus serta kinerja positif bisnis manufaktur suku cadang otomotif.

Penjualan kendaraan listrik di periode itu membukukan pendapatan Rp186 miliar, melejit 91 persen dibanding tahun lalu yang sebesar Rp98 miliar. Kontribusi penjualan kendaraan listrik terhadap total pendapatan Perseroan meningkat menjadi 17 persen, dari tahun lalu yang sebesar 14 persen.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026 ini perseroan mencatatkan peningkatan penjualan hingga 235 perse dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bus listrik berkontribusi sebesar 52,5 persen, sasis 37,7 persen, transporter listrik 8,2 persen, dan forklift listrik 1,6 persen.

Pada kuartal III 2026, Perseroan menyelesaikan pengiriman 27 unit bus listrik 12 meter kepada operator Trans Semarang. Ini sekaligus menjadikan VKTR sebagai penyedia bus listrik pertama bagi layanan transportasi publik itu.

Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Ardiansyah Bakrie, menyampaikan, pihaknya melihat bahwa perkembangan kendaraan listrik komersial di Indonesia semakin membuka peluang bagi VKTR untuk memperluas perannya dalam industri.

"Fokus kami bukan hanya meningkatkan penjualan kendaraan, tetapi juga membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui penguatan manufaktur dalam negeri, perluasan portofolio, serta pengembangan solusi yang membuat adopsi kendaraan listrik semakin relevan secara operasional dan finansial bagi pelanggan," ungkap Ardi. (Anp/Aa)

Tentang Penulis
Arif Arianto

Senior Editor

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru