⌂ Beranda Mobility Pemerintah Luncurkan Pilot Project Pengoperasian Bus Hidrogen Jakarta – Patimban
Mobility

Pemerintah Luncurkan Pilot Project Pengoperasian Bus Hidrogen Jakarta – Patimban

Pemerintah Luncurkan Pilot Project Pengoperasian Bus Hidrogen Jakarta – Patimban
Peresmian penggunaan bus hidrogen diesel. untuk trayek Green Hydrogen Corridor sepanjang 194 km yang menghubungkan Jakarta, Karawang, dan Patimban.-dok.Kementerian ESDM • WordPress Migration
A A Ukuran Teks16px

Jakarta, Mobilitas – Pemerintah Indonesia mulai menjalan program pengembangan hidrogen untuk sektor transportasi, yakni pengoperasian bus yang mengggunakan bahan bakar hidrogen..

Keterangan resmi Kementerian ESDM yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Kamis (23/7/2026) menyebut sebagai langkah awal, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM meluncurkan Pilot Bus Hidrogen Diesel Dual Fuel atau Bus H2 DDF.

Bus yang dipasangi sistem pemsok bahan bakar hidrogen itu adalah bus Hino bermesin diesel enam silinder berkapasitas 7.684 cc. BUS ini dilengkapi 16 tabung penyimpanan hidrogen berkapasitas masing-masing 50 liter, dan memiliki tekanan nominal 200 bar dan tekanan kerja 150 bar.

Bus milik Perum DAMRI tersebut digunakan sebagai moda transportasi dalam pengembangan pengembangan Green Hydrogen Corridor.

Ilustrasi, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen untuk kendaraan listrik hidrogen - dok.People's Daily

"Koridor tersebut sepanjang 194 km yang menghubungkan Jakarta, Karawang, dan Patimban. Pilot bus tersebut dikembangkan untuk mengurangi penggunaan BBM solar, menggantikan sebagian bahan bakar fosil dengan hidrogen, dan menekan emisi gas buang tanpa harus langsung mengganti seluruh armada yang telah beroperasi," bunyi keterangan resmi itu.

Untuk memastikan uji coba penggunaan kendaraan ramah lingkungan itu, pemerintah meminta PT Sucofindo (Persero) untuk melakukan inspeksi.

"Sebagai perusahaan Testing, Inspection, Certification and Consultation (TICC), Sucofindo pihak berperan sebagai independen yang memastikan implementasi teknologi H2 DDF pada Bus DAMRI memenuhi aspek keselamatan, keandalan, dan kesesuaian teknis," papar Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Sandry Pasambuna.

Berdasarkan pengujian PT Sucofindo, sistem H2 DDF dilaporkan selain aman juga menurunkan emisi opasitas sebesar 57,66 persen. Kemudian menurunkan karbon monoksida hingga 45,45 persen, karbon dioksida sebesar 39,37 persen, dan nitrogen oksida hingga 21,16 persen. (Son/Aa)

A
Tim Redaksi
Penulis: Arif Arianto
📰 Update Terbaru