Jakarta, Mobilitas – Lembaga Pengawas Pasar dan Kualitas Produk pemerintah Republik Rakyat Cina menyebut telah menerima laporan Xpeng tentang penarikan (recall) mobil Xpeng X9. Total jumlah mobil yang di-recall mencapai 33.473 unit.
Laporan Carnewschina dan The People Daily yang disitat Mobilitas di Jakarta, Senin (27/7/2026) menyebut dalam laporan itu, Xpeng menjelaskan mobil yang di-recall merupakan model yang diproduksi pada 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025. Model itu mengalami masalah pada suspensi udara depan di roda bagian depan.
Perangkat tersebut ditemukan mengalami kebocoran, terutama ketika digunakan di lingkungan bersuhu dan berkelembapan tinggi. Xpeng meminta pemilik mobil yang masuk dalam daftar recall untuk membawa mobilnya ke dealer untuk dilakukan perbaikan.
Xpeng menyebut penyebab masalah itu adalah proses produksi perangkat suspensi itu yang tidak proper karena bervariasi. Sehingga menyebabkan tabung pegas udara tidak kedap dan bocor.

Namun, pabrikan itu tidak menjelaskan apakah penarikan Xpeng X9 itu juga terjadi di luar Cina, termasuk Indonesia. Seperti diketahui, sejak Juni 202, Xpeng yang berkongsi dengan Erajaya mulai menjual mobilnya - Xpeng X9 dan Xpeng G6.- di Indonesia.
Soal penjualan, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Senin (27/7/2026) menunjukkan di periode Juli – Desember 2025 total penjualan eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel mobil Xpeng di Indonesia sebanyak 824 unit.
Sementara, di periode Januari - Juni 2026, total penjualan ritel yang dibukukan oleh Xpeng Indonesia sebanyak 1.184 unit. (Din/Aa)