⌂ Beranda Bisnis Januari – Juli Tahun Ini, 3.765.617 Motor Terjual di Indonesia, Ini Pemicunya
Bisnis

Januari – Juli Tahun Ini, 3.765.617 Motor Terjual di Indonesia, Ini Pemicunya

Januari – Juli Tahun Ini, 3.765.617 Motor Terjual di Indonesia, Ini Pemicunya
Ilustrasi, sepeda motor dengan isi silinder mesin di atas 250cc - dok,Chadron Radio
A A Ukuran Teks16px

Jakarta, Mobilitas – Total penjualan kendaraan bermotor roda dua di periode tujuh bulan pertama atau Januari hingga Juli 2026 itu naik tipis 2 persen dibanding periode sama di tahun 2025.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Selasa (18/8/2026) menunjukkan, di periode tujuh bulan pertama 2026 itu, jumlah motor yang terjual di Indonesia sebanyak 3.765.617 unit. Sementara, di periode sama tahun 2025 sebanyak 3.691.677 unit.

>>> Ternyata, 40 Persen Pertalite Dinikmati 20 Persen Orang Kaya, Nilainya Rp41 Triliun

Dengan kata lain, sepanja ng periode Januari – Juli tahun ini, penjualan motor di Tanah Air bertambah banyak 73.940 unit dibanding periode sama di tahun lalu.

Sementara, di bulan Juli saja, penjualan motor tercatat sebanyak 636.030 unit, naik 23,47 persen dibanding bulan sebelumnya atau Juni yang sebanyak 515.136 unit. Tak hanya itu. Total penjualan di bulan Juli 2026 tersebut juga meningkat cukup signifikan dibanding total penjualan di bulan yang sama pada 2025 yang sebanyak 587.048 unit.

Peneliti Indonesia Economic and Public Policy Studies, Henry Andriansyah yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Selasa (16/8/2026).menyebut, permintaan motor di tujuh bulan pertama 2026 meningkat karena banyak kelas menengah yang beralih ke motor.

>>> Genjot Produksi Mobil Listrik Bisa Bikin Indonesia Naik Kelas di Kancah Global, Asalkan….

Meski mereka mempunyai mobil namun dalam mobilitas rutin memilih menggunakan motor. "Semakin mahalnya biaya hidup namun pendapatan tetap, menjadikan kelompok kelas menengah terutama lapis pertama atau kelompok terbawah dan kedua atau kelompok madya melakukan penghematan biaya transportasi. Karena kelompok ini masih sensitif terhadap kenaikan biaya hidup," papar Henry.

Terlebih, lanjut dia, kini jumlah kelas menengah menurut data BPS kan merosot. Totalnya dari 57,33 juta orang (21,45 persen populasi) pada 2019, menjadi 47,85 juta orang pada 2024, dan terus merosot hingga kini sekitar 46,7 juta. (Tus/Aa)

Tentang Penulis
Arif Arianto

Editor in Chief

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id

📰 Update Terbaru