⌂ Beranda Bisnis Sebanyak 1.968 Bus Terjual di RI Semester I 2026, Isuzu dan Fuso Mendominasi
Bisnis

Sebanyak 1.968 Bus Terjual di RI Semester I 2026, Isuzu dan Fuso Mendominasi

Sebanyak 1.968 Bus Terjual di RI Semester I 2026, Isuzu dan Fuso Mendominasi
Microbus berbasis Isuzu Elf tipe NLR Bix berkaroseri garapan Adiputro - dok.Mobilitas • WordPress Migration
A A Ukuran Teks16px

Jakarta, Mobilitas - Penjualan sasis bus di periode Januari hingga Juni alias semester pertama 2026 disebut meningkat sekitar 10 persen dibanding periode sama di tahun 2025. Penjualan didominasi sasis bus ukuran kecil atau small bus.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Sabtu (25/7/2026) menunjukkan di periode enam bulan pertama 2026 tersebut, jumlah totl sasis bus yang terjual sebanyak 1.968 unit. Dari jumlah itu, 1.373 unit unit atau sekitar 70 persen merupakan sasis small bus.

Dari total small bus itu, sasis bus Isuzu yakni Isuzu NLR55B yang terlaris dengan total 547 unit. Dia disusul Mitsubishi Fuso FE84G BC dengan 344 unit, dan Isuzu NQR71 EC y ang sebanyak 161 unit.

Artinya di periode Januari – Juni 2026 tersebut, Isuzu dan Mitsubishi Fuso mendominasi penjualan bus di Indonesia. Tak hanya di segmen small bus, tetapi juga di total pasar seluruh kategori.

Sementara, di segmen medium bus (bus GVW 10-24 ton) penjualan yang tercetak 564 unit. Di segmen ini, sasis bus Hino RM280 STD terjual 252 unit, disusul Mercedes-Benz OH1626L dengan penjualan 160 unit.

Hino Bus RM 280 ABS pesanan DAMRI garapan Karoseri Piala Mas - dok.PT HMSI

Kemudian di segmen big bus alias sasis bus dengan GVW di atas 24 ton total penjualannya hanya 31 unit. Peminat sasis bus besar ini, menurut Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan, memang menyusut.

Lesani yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Sabtu (25/7/2026), menyebut sepanjang semester I 2026 jumlah penumpang dinilai tidak mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga mayoritas perusahaan otobus memilih menahan investasi pembelian unit baru.

“Kalaupun ada pertumbuhan penjualan bus, itu terbanyak di segmen small bus. Ini kebanyakan untuk angkutan internal lembaga pemerintah atau swasta,dn perusahaan layanan pariwisata dan travel. Sedangkan di medium bus, yang beli umumnya perusahaan angkutan wisata yang kini mencoba beralih ke layanan penumpang umum antar kota antar provinsi,” tandas Lesani. (Swe/Aa)

A
Tim Redaksi
Penulis: Arif Arianto
📰 Update Terbaru