Jakarta, Mobilitas – Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menyebut seiring dengan turunnnya harga minyak mentah dunia saat ini, sudah semestinya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax diturunkan.
Bahkan Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM tersebut mengatakan penurunan harga Pertamax itu mestinya dilakukan awal Juli.
Menurut Fahmy Pemerintah memang menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar US$70 per barel. Namun, lanjut Fahmy, sebagai BBM non-subsidi, harga Pertamax mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia dan kondisi pasar energi internasional.
“Harga minyak dunia sekarang berada pada kisaran level US$ 80 per barel, jauh lebih rendah setelah sempat melampaui US$ 100 per barel pada puncak ketegangan perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Memang tren harga ini masih fluktuasi entah sampai kapan sejalan perundingn Iran – AS. Tetapi, khusus untuk Indonesia, kalau harga pertamax di atas harga pasar ketika dievaluasi, maka sekarang pemerintah harus menurunkannya,” ujar Fahmy yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Sebelumnya, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan di Jakarta, Jumat (26/6/2026) dikutip media menyebut Dewan Komisaris Pertamina ttelah meminta direksi dan manajemen perusan itu untuk menyiapkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi secara bertahap mulai awal Juli 2026. Meski, kalaupun harga BBM jenis itu diturunkan mulai Juli, tidak akan dengan serta merta di SPBU harga juga langsung turun.
“Karena Pertamina masih harus melalui mekanisme evaluasi dan mempertimbangkan stok yang dibeli saat harga minyak masih tinggi. Kondisi politik global masih dinamis, sehingga harga minyak di pasar internasional juga masih rentan fluktus ,” ungkap Iriawan. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












