Beijing, Mobilitas - Fakta juga memperlihatkan, di bulan Juli saja, pabrikan mobil asal Shenzhen itu membukukan kemerosotan penjualan ke konsumen (penjualan ritel) di negerinya sendiri.
Rangkuman riset China Data Tracker yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Selasa (15/9/2026) menunjukkan, di bulan ketujuh itu, Build Your Dreams (BYD) mencetak angka penjualan ritel mobil elektrifikasinya (EV) sebanyak 239.370 unit. Jumlah tersebut merosot 9 persen dibanding penjualan ritel pada bulan yang sama di 2025. Sementara, di periode kumulatif Januari - Juli 2026, total jumlah penjualan ritel EV yang dibukukan pabrikan besutan Wang Chuanfu ini 1.214.340 unit. Total penjualan itu anjlok 35,6 persen dibanding tujuh bulan pertama 2025.
"Melemahnya penjualan NEV (mobil elektrifikasi, yakni mobil listrik baterai maupun hybrid) BYD ini dikarenakan kombinasi beberapa faktor. Selain faktor ekonomi nasional (China) yang mengalami kontraksi, juga dikarenakan berakhirnya subsidi dari pemerintah. Tetapi, faktor yang juga memberikan tekanan kuat adalah perang harga (jor-joran pemberian harga murah),"
"Melemahnya penjualan NEV (mobil elektrifikasi, yakni mobil listrik baterai maupun hybrid) BYD ini dikarenakan kombinasi beberapa faktor. Selain faktor ekonomi nasional (China) yang mengalami kontraksi, juga dikarenakan berakhirnya subsidi dari pemerintah. Tetapi, faktor yang juga memberikan tekanan kuat adalah perang harga (jor-joran pemberian harga murah)," ungkap analis industri di Bursa Saham Hong Kong, Peter Chung, seperti dikutip The Macau Herald.
Menghadapi, persoalan lokal itu, BYD terus gencar membuka pasar baru di wilayah Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga Afrika. Tetapi, model-model yang diproduksi lokal di China, lanjut Chung, kini juga mengahadapi tantangan kuat dari negara tujuan ekspor.
"Mereka mulai menerapkan aturan penghentian pemberian fasilitas bea masuk impor, dan mengharuskan pabrikan merakit di negara setempat. Contohnya Malaysia yang memberlakukan aturan itu mulai 1 Juli 2026," papar Chung. (Din/Aa)
Rekomendasi
Mobil Listrik dan Hybrid Bekas di RI Kini Mulai Diminati, Pembiayaan Kredit Jadi Bukti
Di China Januari -Juli 2026 Penjualan Ritel EV BYD Anjlok 35,6 Persen, Ini Pemicunya
Hingga Agustus 2026, Penjualan Ritel Volvo di RI Masih Loyo, Sebulan Tak Sampai 10 unit
BYD Kelabakan di Malaysia, Penjualannya pada Agustus Anjlok 49 Persen, Ini Penyebabnya
Penjualan Meroket, Vinfast Siap Luncurkan Dua Motor Baru Lagi, Bersistem Tukar Baterai
