Mobil Listrik dan Hybrid Bekas di RI Kini Mulai Diminati, Pembiayaan Kredit Jadi Bukti

Mobil Listrik dan  Hybrid Bekas di RI Kini Mulai Diminati, Pembiayaan Kredit Jadi Bukti
Ukuran Teks

Jakarta, Mobilitas – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ternyata mobil listrik bekas (baik mobil listrik baterai atau BEV maupun hybrid) sepanjang periode Januari hingga Juli 2026 diminati masyarakat Indonesia. Itu terbukti dari total nilai pembiayan mobil elektrifikasi bekas itu sepanjang periode tersebut.

Data OJK dalam keterangan resmi yang disitat Mobilitas di Selasa (15/9/2026) menunjukkan di periode iu, total nilai pembiayaan kredit mobil bekas tersebut mencapai Rp1,52 triliun. Nilai itu meroket 103,06 persen dibanding periode sama di tahun 2025.

Padahal, di saat yang sama, penyaluran pembiayaan kendaraan roda empat atau mobil oleh lembaga pembiayaan atau multifinance terkontraksi 2,43 persen dibanding periode sama di tahun 2025.

“Tetapi itu tidak serta-merta menunjukkan pergeseran konsumen ke pembelian tunai atau cash. Karena dapat dipengaruhi antara lain preferensi konsumen dan perkembangan pembiayaan kendaraan,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) OJK, Agusman.

Melihat fenomena itu, analis industri dari Indonesia Economic and Public Policy Studies (IEPPS) Taufan Ferdinand yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Selasa (15/9/2026) menyebut hal itu dikarenakan dua alasan pragmatis. “Pertama, mobil listrik atau hybrid dinialni lebih hemat ongkos operasionalnyaa dibanding mobil konvensional. Terlebih, di saat harga BBM semakin mahal,” papar Taufan.

Alasan kedua, lanjut Taufan,mereka membutuhkan mobil kedua untuk menyiasati ganjil genap, tetapi mobil tetap harus irit, sehingga pilihan tertuju ke mobil listrik dan mobil hybrid. Terlebih, kini sejumlah lembaga pembiayaan muli menyalurkan pembiayaan kredit mobil listrik maupun hybrid bekas.

“Tetapi dari penelitian kami, tren pembelian mobil listrik bekas itu masih terjadi di kota-kota besar. Minat masyarakat di luar perkotaan terhadap mobil listrik seken itu masih sangat kecil atau bahkan belum ada,” kata dia.

Taufan mewanti-wanti kepada calon konsumen mobil bekas itu untuk memikirkan depresiasi nilai mupun kualitas mobil listrik bekas yang disebutnya jauh lebih besar ketimbang mobil konvensional. “Penurunan atau depresiasi terbesr terjdi di baterai yng merupakan komponen utama,” jelas dia. (Jrr/Aa)

Tentang Penulis

Rekomendasi

Update Terbaru