Mobility

Digelar Akhir Juli Nanti, GIIAS 2026 Masih Harus Hadapi Tantangan Ini

×

Digelar Akhir Juli Nanti, GIIAS 2026 Masih Harus Hadapi Tantangan Ini

Share this article
Suasana arena GIIAS 2025 - dok.Mobilias

Jakarta, Mobilitas – Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung 29 Juli hingga 9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, disebut menghadapi tantangan serius karena turunnnya daya beli calon konsumen potensial mobil yakni kelas menengah.

Menurut ekonom analisis Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, fenemona turunnya daya beli itu bukan isapan jempol semata, tetapi fakta sebenarnya. Menurut dia, data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah kelas menengah di Tanah Air turun dari 57,33 juta orang (2019) menjadi sekitar 46,7 juta orang pada periode 2025-2026.

Kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp2,04 juta-Rp9,92 juta per bulan itu daya belinya melemah akibat inflasi, kenaikan harga kebutuhan hidup, pendapatan stagnan, serta ancaman PHK. Sehingga banyak dari mereka – khususnya kelas menengaha lapis pertama atau kelas menengah pemula – tidak lagi masuk kelompok tersebut karena total pengeluarannya tidak masuk ke kelompok kelas menengah.

“Banyak rumah tangga yang menunda pembelian barang non primer, apalagi yang lebih dari itu. Mereka mengurangi pengeluaran hingga mengubah pola konsumsi. Termasuk membeli kendaraan. Kalau tidak penting amat dan haeganya terjangkau ya mereka akan pikir-pikir. Ini tantangan pasar otomotif kita saat ini,” ungkap Nailul yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Selasa (7/7/2025).

Ilustrasi, kredit mobil – dok.Practical Motoring

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara tak menampik pandangan seperti itu. Bahkan Kukuh mengakui ada tantangan yang cukup serius ketika GIIAS 2026 digelar nanti.

“Memang datanya menunjukkan jumlah kelas menengah kita mengalami penurunan dan pendapatan mereka juga tertekan, karena biaya hidup makin mahal, tetapi pendapatan tetap. Terlebih, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,75 persen juga membuat penjualan mobil berat, karena 70 persen pembelian mobil dilakukan secara kredit,” papar Kukuh yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Selasa (7/7/2025).

Tantangan lainnya adalah insentif untuk mobil listrik yang dijanjikan pemerintah ternyata hingga kini belum ada kepastian. Oleh karena itu, Kukuh berharap merek peserta GIIAS 2026, lembaga pembiayaan maupun pemangku kepentingan lainnya menyiapkan skenario terobosan untuk meringankan konsumen yang ingin membeli mobil di pameran itu. (Anp/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id