Jakarta, Mobilitas – Ketidakpasan ukuran tekanan angin yang dimaksud di sini adalah tekanan angin ban yang kurang dari standar pabrikan maupun kurang dari standar tersebut alias kempis. Secara umum, ukuran tekanan angin ban sepeda motor transimisi otomotis (motor matic), untuk ban depan 28 – 30 psi dan belakang 30 – 33 psi.
"Tetapi jika sering berboncengan atau membawa beban berat, tekanan angin ban itu boleh ditambahi 1–2 psi. Dan yang harus selalu dipahami, perawatan khususnya pengecekan secara rutin tekanan angin ban motor matic wajib dilakukan. Karena dampaknya sangat serius karena kerusakkan bisa merambat ke komponen vital kendaraan seperti bagian CVT, bearing, as puli yang lebih cepat aus," tutur pemilik toko ban Venus Motor, Raflianto, yang ditemui Mobilitas di Jalan Maulana Hasanudin, Batu Ceper, Tangerang, Rabu (23/9/2026).
Efek buruk terjadi lebih cepat di motor matic – akibat ban kempis atau terlalu keras alias tidak pas – yang lebih cepat dikarenakan karakter dan sifat distribusi bobot motor yang lebih berat di bagian belakang. Mesin dan perangkat sistem transimisi motor ini ada di bagian tersebut.
Sehingga, ketika tekanan angin ban kurang dari standar, hambatan gulir pada ban menjadi lebih besar. Akibatnya,mesin harus bekerja lebih berat dan membuat konsum BBM lebih boros. Selain itu ban cepat aus di bagian pinggir.
Sebaliknya jika tekanan angin ban terlalu keras, menyebabkan keausan di bagian tengah. Bahkan tekanan angin ban yang terlalu keras membuat getaran jalan langsung diteruskan ke bagian CVT. Akibatnya CVT rusak, bearing cepat oblak, dan as puli juga berpotensi lebih cepat aus.
"Tetapi yang tidak kalah serius adalah efek buruk ke aspek keselamatan berkendara. Ban yang terlalu keras maupun terlalu kempes sama-sama mengurangi kestabilan motor saat melintasi jalan bergelombang atau saat harus melakukan pengereman mendadak," jelas Raflianto. (Jrr/Aa)
