⌂ Beranda Highlight Yamaha Siapkan Skuter Hybrid Dua Motor Listrik dengan Mesin Bensin dan CVT
Highlight

Yamaha Siapkan Skuter Hybrid Dua Motor Listrik dengan Mesin Bensin dan CVT

Yamaha Siapkan Skuter Hybrid Dua Motor Listrik dengan Mesin Bensin dan CVT
Yamaha Proto HEV • Yahama
A A Ukuran Teks16px

Salah satu bagian penting dalam paten membahas perpindahan antarmode secara otomatis. Pengendara tidak perlu memilih sendiri kapan mesin bensin, motor listrik, atau kombinasi keduanya harus bekerja.

Komputer pengendali drivetrain mengatur fungsi penggerak dan regenerasi kedua motor, posisi throttle mesin pembakaran, serta proses menghubungkan atau melepaskan kopling elektromagnetik.

Pengaturan tersebut dirancang agar perubahan sumber tenaga berlangsung tanpa mengganggu respons kendaraan. Tenaga ke roda tetap harus sesuai dengan permintaan pengendara, baik ketika berasal dari motor listrik, mesin bensin, maupun kombinasi keduanya.

Teknologi Proto HEV Bisa Masuk ke Skuter Konvensional

Bagian lain dari paten memperlihatkan bagaimana seluruh perangkat hybrid tersebut dapat ditempatkan pada skuter yang bentuknya lebih umum. Ini berbeda dari Proto HEV yang diperlihatkan sebelumnya dengan desain di antara sepeda motor dan skuter.


Desain Paten Yamaha Proto HEV|Yahama|

Gambar paten memang masih berupa ilustrasi sederhana. Namun, susunan komponen menunjukkan sistem dua motor listrik, mesin bensin, baterai, dan CVT dapat dikemas dalam bodi skuter dengan footboard serta panel depan yang menutup area kaki pengendara.

Konfigurasi seperti ini memberi Yamaha ruang untuk menerapkan teknologi Proto HEV pada maxi-scooter tanpa harus mempertahankan bentuk kendaraan konsepnya.

Belum ada kepastian apakah rancangan tersebut akan berujung pada model produksi. Yamaha pernah berada pada posisi serupa melalui Gen-Ryu dan HV-X, tetapi kedua proyek terdahulu tidak pernah berkembang menjadi sepeda motor hybrid yang dijual massal.

Kondisi pasar saat ini berbeda dibandingkan dua dekade lalu. Sejumlah kota di berbagai negara mulai menerapkan zona tanpa emisi, sehingga kendaraan yang mampu berjalan sepenuhnya dengan tenaga listrik memiliki fungsi yang semakin relevan.

Konsep Proto HEV menawarkan kemampuan itu tanpa sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran. Motor dapat bergerak dalam mode listrik ketika diperlukan, sementara mesin bensin tetap tersedia untuk memperpanjang jarak tempuh dan memungkinkan pengisian bahan bakar seperti kendaraan konvensional.

Tentang Penulis
📰 Update Terbaru