Mobility

Kakorlantas Sebut Bonus Demografi dan Teknologi Jadi Tantangan Lalu-lintas di RI

×

Kakorlantas Sebut Bonus Demografi dan Teknologi Jadi Tantangan Lalu-lintas di RI

Share this article
Menyetir mobil di tengah kemacetan lalu-lintas - dok.Istimewa via Crucial Web Hosting

Jakarta, Mobilitas – Kepala Korps Lalu-lintas (Kakorlantas) Polri yang baru, Irjen Pol. Wibowo menyampaikan hal itu dalam Silaturahmi Kakorlantas Polri, di Gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta, Selasa (7/7/2026) yang lalu.

Laporan laman resmi Korlantas Polri yang disitat Mobilitas di Jakarta, Jumat (10/7/2026) menyebt di acara itu Wiboewo mengatakan terdapat dua tantangan utama yang akan memengaruhi keamanan dan keselamatan lalu lintas, yakni bonus demografi dan kemajuan teknologi.

“Sebuah tantangan besar yang harus kita hadapi. Dua tantangan yang memang akan berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan lalu lintas. Yang terkait dengan bonus demografi, yang kedua adalah terkait dengan kemajuan teknologi,” ungkap Irjen Pol. Wibowo.

Bonus demografi merupakan fenomena dimana jumlah penduduk usia produktif (yakni penduduk berusia 15 hingga 64 tahun) di suatu wilayah jauh lebih besar daripada jumlah penduduk usia non-produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Dengan penduduk usia produktif yang banyak tersebut maka mobilitas dengan mengggunakan kendaraan juga tinggi.

Ilustrasi, Operasi Patuh yang digelar Polisi Lalu-lintas – dok.Istimewa via NTMC Polri

Bukan hanya kendaraan penumpang saja yang digunakan masyarakat tetapi juga kendaraan niaga. Kondisi kepadatan lalu-lintas tersebut tentu membutuhkan kesiagaan yang tinggi pula, termasuk dalam membuat rekayasa manajemen lalu-lintas.

Sementara, kebiasaan melanggar aturan ketertiban berlalu-lintas seperti melawan arus masih terus terjadi di sebagian masyarakat . “Salah satu pelanggaran yang paling banyak dikeluhkan adalah perilaku melawan arus, yang berpotensi memicu gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” papar Wibowo.

Pada sisi lain dengan keamajuan teknologi, termasuk teknologi komunikasi, infrastruktur jalan, maupun teknologi kendaraan yang digunakan, masyarakat menuntut pelayanan ketertiban, keamanan maupun layanan pendukung lainnya secara cepat dan tepat.

“Aktivitas masyarakat juga cukup tinggi, yang membutuhkan sebuah pelayanan yang efektif, efisien, mudah dijangkau, mudah diakses, tapi juga harus aman,” tandas Wibowo. (Anp/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id