Jakarta, Mobilitas – Anjloknya penjualan eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) mobil Hyundai di Indonesia pada periode Januari hingga Juli atau tujuh bulan pertama 2026 ini bukan yang pertama kali, tetapi yang ketiga kalinya secara berturut-turut. Sebab, di periode sama pada tahun 2025 dan 2024, penjualan telah anjlok berturutan.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Jumat (22/8/2026) memperlihatkan, pada Januari – Juli 2026, total angka penjualan ritel yang dibukukan mobil merek asal Korea Selatan itu sebanyak 10.448 unit. Jumlah tersebut anjlok 19,5 persen dibanding periode sama di tahun 2025, yang sebanyak 12.985 unit.
>>> Di GIIAS, 6.175 Mobil Toyota Terjual, 56 Persennya Hybrid
Padahal, penjualan ritel di tujuh bulan pertama 2025 itu sudah anjlok 9,8 persen dibanding periode Januari – Juli 2024 yang sebanyak 14.395 unit. Lagi-lagi, fakta berbicara, penjualan eceran di rentang waktu Januari – Juli 2024 tersebut juga sudah anjlok dibanding kurun waktu yang sama di tahun 202, yang masih sebanyak 20.504 unit.
Di sepanjang Januari hingga Juli 2025 kemarin (selama setahun penuh dari Januari - Desember) total penjualan ritel mobil Hyundai yang dipasarkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (PT HMID) tercatat sebanyak 19.664 unit.
>>> Kemendag Minta Klarifikasi Terbakarnya BYD Seal di Tol Cikampek 31 Juli Lalu, Ini Jawaban BYD
Jumlah tersebut merosot cukup signifikan dibanding total penjualan ritelnya di periode sama pada tahun 2024 yang sebanyak 22.097 unit. (Jrr/Aa)

