New York, Mobilitas – Namun pasokan mobil listrik Republik Rakyat China itu bukan dalam wujud utuh sebuah mobil maupun mobil yang terurai dalam beberapa bagian, melainkan berupa platform khusus untuk robotaxi Waymo.
Laporan Majalah Forbes yang mengutip data riset ImportGenius menyebut perusahaan mobil listrik China mendapat pijakan di pasar Amerika Serikat (AS) karena berhasil memasok \ platform kendaraan yang dirancang khusus untuk angkutan taksi otonom.
"Sejak 2024, produsen kendaraan energi baru China, Zeekr, telah mengirimkan lebih dari 3.200 platform kendaraan CM1e. Sebuah mobil yang mirip minivan. Dari total jumlah yang dikirim itu lebih dari 2.600 unit dibukukan pada tahun ini, di mana Waymo merupakan satu-satunya mitra Zeekr,” bunyi laporan itu yang disitat Mobilitas di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Disebutkan, sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah AS terus berupaya memblokir produk asal Negeri Tirai Bambu itu, dengan dalih demi keamanan nsional. AS meneraokan tarif hingga berlipat-lipat untuk impor mobil listrik dari China berikut turunannya.
Perusahaan riset investasi yang bermarkas di New York, Moffett-Nathanson, mengatakan sejak tahun 2024, Waymo menerima kiriman platform mobil Zeekr sebanyak 300 unit per bulan. Menurut lembaga ini, Waymo kesulitan mendapatkan pasokan dari produsen mobil AS maupun Eropa, sehingga berpaling ke China.
“China bisa memenuhi pesann dalam waktu cepat karena rantai pasokan dapat dengan cepat menyesuaikan platform dengan kebutuhan Waymo. Pabrikan China bisa berproduksi dengan biaya bahan baku 30 persen lebih rendah, sehingga harga produknya berdaya saing tingggi,” sebut perusahaan riset itu. (Din/Aa)
