Jakarta, Mobilitas - Sampai saat ini, produsen otomotif asal Chennai, India, itu telah memiliki pabrik di Indonesia yang memproduksi motor sport, skuter, hingga motor roda tiga.
"Nah, sekarang, mereka (TVS Motor) ingin memperluas pabriknya. Mereka tidak hanya memproduksi motor EV saja, tetapi juga yang berbahan bakar etanol," ungkap Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Perkasa Roeslani kepada media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Rosan menyebut petinggi TVS sudah melakukan pembicaraan dengan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana investasi itu. Namun, mantan Ketua Umum Kadin itu tidak menyebutkan nilai investasi baru yang akan digelontorkan TVS.
Rosan hanya mengatakan TVS Motor Company dalam pengembangan motor listrik dan motor ber-BBM etanol itu menggandeng Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI. Dia juga tidak menjelaskan apakah langkah ini dilakukan TVS untuk masuk dalam ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas).
"Kalau itu sepertinya pasti. Dan ini tentunya membawa dampak baik karena persaingan yang sehat. Sebab, sampai saat ini yang sudah masuk ekosistem iru kebanyakan pabrikan motor listrik asal China," ungkap pengamat Industri dari Center of Economic and Finance Studies (CEFS), Febriana Rosiandaty saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Pada sisi lain, lanjut Rosi, TVS juga berkepentingan untuk menggenjot penjualannya di Indonesia dan regional Asia Tenggara. Sebab, lanjut dia, motor di Indonesia yang berpenduduk 284 juta jiwa ini merupakan kendaraan yang populer karena selain efisien di ongkos juga fleksibel di tengah padatnya lalu-lintas.
"TVS juga ingin menggenjot penjualan di kawasan Asia Tenggara. Di wilayah regional ini, sedikitnya 15 juta unit motor terjual setiap tahunnya. ASEAN yang memiliki penduduk 600 juta jiwa lebih ini, menjadi pasar motor terbesar ketiga dunia setelah India dan China," jelas Rosi.
Menurut dia, Indonesia dipilih TVS sebagai basis produksi selain karena sudah ada pabrik, juga merupakan pasar terbesar di kawasan. Penjualan motor di Bumi Nusantara saban tahunnya 6,4 -6,7 juta unit, hampir setengah total penjualan di kawasan.
Selain itu, antara Indonesia dengan negara-negara tetangga juga memiliki perjanjian tarif khusus ekspor dalam rangka perdagangan bebas. Terlebih, Indonesia dan India juga terikat perjanjian kerjasama dagang dan pembangunan IICEPA. (Din/Aa)
Rekomendasi
Penjualan Lexus di RI Tak Mulus, Januari - Agustus 2026 Wholesales dan Ritel Masih Tergerus
Permudah Konsumen, Chery Tambah Dealer di Bali, Gianyar Lokasi Teranyar
Komit Dukung Transportasi Nasional, Januari - Agustus 2026 Penjualan Isuzu Melonjak
Tahun Lalu Meroket, Kini di Januari -Agustus 2026 Penjualan VW di RI Anjlok
Bahlil Sebut Banyak Orang Beralih ke Pertalite, Pengamat Bilang Daya Beli Lemah Pemicunya
